DPR Soroti Lemahnya Pengawasan Produk Impor, Industri Nasional Terancam

Rapat Paripurna DPR RI / laman DPR
Rapat Paripurna DPR RI / laman DPR

TANGERANG SELATAN, Inibalikpapan.com — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai pengawasan dan standardisasi terhadap produk impor yang masuk ke Indonesia masih lemah.

Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja spesifik Panitia Kerja (Panja) Standardisasi Nasional Indonesia Komisi VII di Laboratorium SNSU, kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).

Menurut Evita, terdapat ketimpangan dalam penerapan standar antara produk ekspor Indonesia dan produk impor yang masuk ke dalam negeri.

“Ketika produk kita diekspor, kita harus memenuhi standar ketat dari negara tujuan. Tapi ketika produk asing masuk ke Indonesia, aturan itu seakan-akan tidak ada,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi DPR, khususnya dalam memperkuat sistem Standar Nasional Indonesia (SNI) agar mampu melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat.

“Nah ini menjadi PR bagi Komisi VII, apalagi terkait industri. Kita tidak ingin perjanjian internasional yang kita buat justru tidak memberi manfaat karena lemahnya standardisasi nasional,” tegasnya.

Evita juga menyoroti dampak langsung dari lemahnya pengawasan tersebut, yakni produk lokal yang kesulitan menembus pasar ekspor, sementara barang impor dengan mudah membanjiri pasar domestik.

“Barang kita masih sulit masuk ke luar negeri, sementara produk dari luar begitu bebas masuk ke Indonesia,” tambah politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Saat ini, Komisi VII DPR RI melalui Panja Standardisasi Nasional Indonesia tengah mendalami berbagai persoalan terkait implementasi SNI, termasuk efektivitas pengawasan produk impor dan perlindungan terhadap industri nasional di tengah derasnya arus perdagangan global. / DPR

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses