52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Perkuat Operasi di Kaltim

Karhutla Kalimantan makin mengkhawatirkan. Sebanyak 518 hotspot terdeteksi dalam sehari, dengan total 750 titik selama 17–19 Agustus 2026.
Karhutla Kalimantan makin mengkhawatirkan. Sebanyak 518 hotspot terdeteksi dalam sehari, dengan total 750 titik selama 17–19 Agustus 2026. (foto : Kemenhut)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah memperbesar operasi udara dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 52 pesawat dan helikopter telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi rawan.

Kalimantan mendapat perhatian besar. Sebanyak 30 armada telah dioperasikan di wilayah ini, termasuk tambahan lima pesawat TNI Angkatan Udara yang diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, tambahan lima pesawat tersebut memperkuat armada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah lebih dulu beroperasi di wilayah Kalimantan.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” tulis Teddy dalam keterangan tertulisnya, dikutip inibalikpapan.

Kaltim Jadi Sasaran Penguatan Operasi Udara

Pengiriman tambahan pesawat ke Kalimantan Timur menandakan pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi meluasnya titik-titik kebakaran dan dampak kabut asap.

Tak hanya itu, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut siap digerakkan sewaktu-waktu mengikuti kebutuhan BNPB dan perkembangan situasi kebakaran di lapangan.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, total 52 pesawat dikerahkan untuk menangani karhutla di enam provinsi dengan tingkat potensi kebakaran tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Dari jumlah itu, 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sementara 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra.

Water Bombing dan OMC Digenjot

Armada udara yang beroperasi di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Seluruhnya digunakan untuk mendukung patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman titik api melalui water bombing.

Operasi pemadaman dari udara dilakukan secara intensif pada 20–21 Agustus 2026. Armada BNPB bersama TNI dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Penambahan kekuatan udara ini menjadi langkah pemerintah untuk mempercepat respons sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan memicu kabut asap.

Pemerintah menargetkan operasi terpadu tersebut mampu menekan penyebaran karhutla, meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat, serta melindungi kawasan hutan dan lingkungan dari kerusakan yang lebih besar.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses