Agustusan KAGAMA Balikpapan, Merawat Guyub Alumni dari Jalan Sehat hingga Silaturahmi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Peringatan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dalam seremoni yang kaku. Bagi keluarga besar KAGAMA Balikpapan, semangat Agustusan justru terasa dalam suasana sederhana: berjalan bersama, berbincang, tertawa, dan mengabadikan kebersamaan.
Suasana hangat itu terlihat dalam kegiatan Agustusan bersama keluarga besar KAGAMA Balikpapan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan jalan sehat pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan kebersamaan dan foto bersama di lapangan tenis.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga kesolidan keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada.
Menurut Bagus, semangat kebersamaan perlu terus dirawat karena hubungan antarmanusia tidak hanya dibangun melalui pekerjaan dan kepentingan, tetapi juga melalui perjumpaan yang sederhana.
Di tengah suasana tersebut, Bagus mengajak seluruh keluarga besar KAGAMA untuk kembali menghayati makna Hymne Gadjah Mada sekaligus memegang teguh semboyan Guyub, Rukun, dan Migunani.
“Guyub dalam kebersamaan, rukun dalam perbedaan, dan migunani, bermanfaat bagi sesama dan bangsa,” ujar Bagus.
Pesan itu menjadi penting di tengah perubahan kota dan kawasan Kalimantan Timur yang terus berkembang. Balikpapan tidak hanya menjadi kota tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota penyangga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun masa depan Indonesia. Pembangunan, kata dia, pada akhirnya tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga manusia yang mampu bekerja bersama, menjaga kerukunan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam konteks itulah, keberadaan organisasi alumni seperti KAGAMA dapat menjadi jembatan antara pengalaman, gagasan, dan pengabdian.
Peringatan Agustusan kemudian tidak berhenti pada atribut merah putih atau kegiatan seremonial. Ia menemukan maknanya ketika orang-orang kembali mengingat bahwa kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk hidup berdampingan, saling menghargai, dan memberi ruang bagi orang lain untuk tumbuh.
Di lapangan tenis pagi itu, kebersamaan mungkin tampak sederhana. Namun, dari tawa dan foto bersama, tersimpan pesan yang lebih panjang: persaudaraan akan tetap hidup ketika terus dirawat.
Sebab, pada akhirnya, cinta kepada bangsa tidak selalu hadir dalam kata-kata besar. Kadang ia tumbuh dari hal kecil—menyapa, berjalan bersama, menjaga kerukunan, dan memilih untuk tetap bermanfaat bagi sesama.
Semangat itulah yang membuat Guyub, Rukun, dan Migunani bukan sekadar semboyan, melainkan cara untuk membawa nilai-nilai Gadjah Mada hadir di tengah masyarakat.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
