Asap Karhutla Balikpapan Picu Ancaman ISPA, Dinkes Imbau Kurangi Aktivitas Luar
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak pada kualitas udara. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengingatkan warga agar lebih waspada karena paparan asap bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Balikpapan, dr. Agus Iriansyah, mengatakan masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi.
“Ini memicu peningkatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan beberapa masalah pernapasan lainnya,” kata Agus.
Menurutnya, asap karhutla tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga berisiko bagi warga yang banyak beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari.
Lebih dari 2.000 Masker Dibagikan
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Balikpapan bersama Yayasan Jantung Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan, dan sponsor HDI telah membagikan lebih dari 2.000 masker kepada masyarakat.
Agus menilai penggunaan masker menjadi cara sederhana namun efektif untuk mengurangi paparan asap saat harus beraktivitas di luar.
“Kurangi keluar ruangan bila tidak perlu. Menggunakan masker bila pagi dan sore hari karena berkegiatan di luar ada risikonya pada saat masih terjadi kebakaran hutan,” ujarnya.
Dinkes mengingatkan kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan belum sepenuhnya tertangani sehingga potensi paparan polusi udara masih cukup tinggi.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan, diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama kabut asap berlangsung.
Warga juga diminta tidak menyepelekan gejala seperti batuk, sesak napas, tenggorokan sakit, atau iritasi mata setelah terpapar asap. Jika keluhan semakin berat, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Balikpapan mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker saat berada di area berasap. Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh hingga kualitas udara kembali membaik.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
