Wali Kota Balikpapan Imbau Warga Hemat Air dan Waspadai Asap, Minta Gunakan Masker


BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air menyusul kondisi cuaca yang dinilai kurang mendukung ketersediaan air baku di Kota Balikpapan.

Rahmad meminta warga menggunakan air seperlunya serta menyiapkan tempat penyimpanan air di rumah. Menurut dia, langkah tersebut penting mengingat Balikpapan sangat bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan air baku.

“Gunakan air seperlunya. Kalau ada hujan, usahakan di rumah minimal ada tempat penyimpanan air,” kata Rahmad akhir pekan ini.

Rahmad menjelaskan, kondisi geografis Balikpapan menjadi salah satu tantangan dalam penyediaan air bersih. Kota Balikpapan tidak memiliki sungai besar yang dapat menjadi sumber utama air baku sehingga mengandalkan waduk dan sumber air lainnya.

Saat ini, dua waduk utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip serta sumur bor, menjadi bagian penting dalam menopang kebutuhan air baku masyarakat.

Rahmad berharap kedua waduk tersebut tetap memiliki ketersediaan air meski curah hujan masih terbatas.

Kekeringan Kurang Pasokan Air Baku di Waduk

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun di Balikpapan sehingga ketersediaan air baku tetap terjaga.

“Kalau dua bulan tidak hujan, Balikpapan bisa kekeringan air. Insya Allah, kalau doa kita semua, tidak sampai satu bulan saya yakin hujan akan turun,” ujarnya.

baca juga :

Selain persoalan air, Rahmad juga menyoroti kondisi udara Balikpapan yang dinilainya tidak normal. Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Menurut Rahmad, kondisi yang terlihat seperti mendung saat dirinya tiba di Balikpapan ternyata diduga merupakan asap. Karena itu, masyarakat yang harus bepergian diminta menggunakan masker untuk melindungi kesehatan.

“Kalau tidak penting-penting amat, tidak usah keluar rumah dulu sementara ini. Bukan kami melarang. Kalau harus keluar rumah, gunakan masker,” katanya.

Kasus ISPA Relatif Tinggi

Rahmad mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Balikpapan relatif tinggi.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama anak-anak yang dinilai lebih rentan terhadap paparan kualitas udara buruk.

Di sisi lain, Rahmad mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun lahan dengan alasan apa pun. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran lahan dan hutan sekaligus memperburuk kualitas udara.

“Jangan membakar sampah atau lahan, membuka lahan dengan alasan apa pun, karena ini akan berdampak dan bisa terjadi kebakaran hutan,” tegasnya.

Rahmad menekankan bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, kondisi ekonomi yang baik tidak akan berarti apabila masyarakat justru mengalami gangguan kesehatan.

“Lebih nikmat kalau banyak uang kemudian sehat juga,” ujarnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis : Samsul/Dani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses