Balikpapan Siaga El Nino 2026, Pemkot Perketat Pengendalian Inflasi dan Pasokan Pangan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperketat strategi pengendalian ekonomi menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi melanda pertengahan hingga akhir 2026. Langkah ini diambil untuk menekan potensi lonjakan inflasi dan gangguan pasokan pangan di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Senin (19/5/2026), yang membahas strategi mitigasi dampak cuaca ekstrem terhadap ekonomi daerah.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan meski inflasi masih terkendali, potensi tekanan akibat El Nino tidak boleh diabaikan.
“Inflasi Balikpapan masih dalam target nasional, namun ancaman El Nino bisa memukul produksi pangan dan distribusi logistik,” ujarnya.
Berdasarkan data kuartal I-2026, inflasi tahunan Balikpapan tercatat 2,95 persen, dengan inflasi tahun kalender 1,15 persen hingga Maret.
Rentan Gejolak Harga Pangan
Ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan pangan dari luar daerah membuat kota ini rawan terhadap kenaikan harga, khususnya komoditas volatile foods seperti cabai dan tomat.
Untuk itu, TPID menyiapkan langkah taktis dari hulu hingga hilir, termasuk:
- Optimalisasi pekarangan rumah untuk tanaman hortikultura
- Penguatan kerja sama antar daerah pemasok pangan
- Adopsi teknologi pertanian tahan kekeringan
- Penyediaan ayam beku sebagai buffer stock
Operasi Pasar hingga Pengawasan LPG
Selain itu, Pemkot juga memperketat pengawasan harga di pasar tradisional dan memperkuat intervensi langsung, seperti:
- Operasi pasar murah
- Gelar pangan murah
- Pengawasan distribusi LPG 3 kg
Langkah ini dilakukan untuk mencegah spekulasi harga di tingkat pedagang.
“Ketahanan kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi kemampuan menjaga stabilitas ekonomi di meja makan masyarakat,” tegas Rahmad.
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah
Melalui langkah antisipatif ini, Balikpapan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis iklim global.
Sebagai gerbang utama IKN, stabilitas ekonomi Balikpapan dinilai krusial untuk menopang aktivitas logistik dan kebutuhan masyarakat di kawasan strategis Kalimantan Timur.
BACA JUGA
