Balikpapan Siap Olah Sampah Jadi Energi, Kurangi Ketergantungan TPA
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengarahkan langkah baru dalam pengelolaan sampah melalui program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Upaya ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menjawab tantangan lingkungan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan Balikpapan termasuk dalam daftar 33 kota yang berpotensi mengembangkan proyek tersebut.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pemanfaatan teknologi modern guna mengolah sampah secara berkelanjutan.
“Balikpapan sudah masuk dalam pembahasan di tingkat pusat dan saat ini ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Sudirman, Selasa (14/4/2026).
Menurut dia, pengembangan proyek tidak hanya berfokus pada wilayah Balikpapan, tetapi juga diarahkan dalam konsep kawasan aglomerasi Balikpapan Raya.
Sejumlah daerah penyangga seperti Samboja dan Muara Jawa turut dipertimbangkan untuk terlibat dalam sistem pengelolaan terpadu.
Perubahan kebijakan terkait ambang batas minimal volume sampah dinilai menjadi peluang bagi Balikpapan.
Jika sebelumnya diperlukan sedikitnya 1.000 ton sampah per hari, kini daerah dengan produksi 500 hingga 1.000 ton sudah dapat mengikuti program tersebut. Saat ini, produksi sampah di Balikpapan tercatat sekitar 550 ton per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pemerintah juga mempertimbangkan penerapan metode landfill mining, yakni pengolahan kembali sampah lama yang telah tertimbun di TPA. Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan sekaligus mengurangi timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan.
“Dengan kombinasi sampah harian dan hasil pengolahan sampah lama, kebutuhan bahan baku bisa terpenuhi. Ini juga membantu mengurangi beban TPA,” jelasnya.
Sumber Energi Baru
Jika terealisasi, teknologi pengolahan sampah menjadi energi ini akan mengubah pola pengelolaan sampah di Balikpapan. Selama ini, sistem sanitary landfill masih menjadi andalan, meski membutuhkan lahan luas dan pengelolaan jangka panjang. Melalui teknologi baru, sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, sementara residunya dapat dikelola kembali.
Namun demikian, Sudirman menegaskan keberhasilan program tidak semata ditentukan oleh teknologi dan kebijakan pemerintah. Peran serta masyarakat dinilai tetap menjadi faktor kunci.
“Kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya sangat penting. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap kajian teknis dan penjajakan kerja sama investasi. Pemerintah Kota Balikpapan berharap proses pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat, dengan target awal realisasi pada tahun mendatang.
Dengan langkah ini, Balikpapan tidak hanya berupaya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong transformasi menuju kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
