Bangkai Kapal Virgo Transport Bakal Diangkat, Tim SAR Berupaya Jangkau Korban di Dalam

Virgo Transport
Konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (Foto: Donny M/Inibalikpapan)

BANJARMASIN, inibalikpapan.com — Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 memasuki tahap baru setelah tim salvage melakukan survei kondisi bangkai kapal di dasar Laut Jawa. Hasil survei menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) menjadi dasar untuk menentukan metode pengangkatan kapal yang kini dalam posisi terbalik.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan tim salvage melakukan survei bawah laut pada Jumat (18/9) untuk mengetahui posisi dan kedudukan badan kapal secara lebih rinci.

“Hari ini Jumat, pukul 12.30 Wita tim salvage di lokasi melakukan survei bawah air menggunakan perlengkapan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui dan mengobservasi posisi dan duduk badan kapal,” kata Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat.

Data hasil pemantauan ROV kemudian dibawa ke Banjarmasin untuk dibahas bersama unsur terkait. Hasil tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan langkah teknis operasi pengangkatan.

“Besok tim salvage akan merapat ke Banjarmasin untuk menyampaikan terkait apa yang sudah dilakukan, akan disampaikan dan dirapatkan,” ujar Yudhi.

Tim salvage sebelumnya telah berada di sekitar lokasi bangkai kapal sejak Jumat siang. Selain memetakan posisi kapal, mereka juga mengamati kondisi badan kapal di bawah laut untuk menentukan kebutuhan peralatan dan metode pengangkatan.

Menurut Yudhi, posisi bangkai kapal sejauh ini relatif tidak berubah. Kapal berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 29 meter, sementara beberapa bagiannya berada pada kedalaman sekitar 20 hingga 24 meter.

Data ROV juga digunakan untuk mendukung pencarian korban. Informasi mengenai bagian-bagian kapal yang dapat dijangkau menjadi acuan bagi penyelam TNI AL dalam menentukan titik penyelaman berikutnya.

Apa Kata Manajemen Virgo?

Sementara itu, pemilik KM Virgo Transport 8 menyatakan tim dan peralatan untuk proses salvage telah disiapkan. Juru Bicara pemilik kapal, Simson Fransiscus Riki, mengatakan pengangkatan diperkirakan dapat dimulai dalam satu hingga dua hari apabila kondisi cuaca mendukung.

“Kami sudah siapkan tim dan seluruh peralatan. Tinggal menunggu kondisi cuaca,” kata Simson, Jumat.

Namun, pelaksanaan pengangkatan tetap bergantung pada kondisi laut. Faktor seperti angin, arus dan gelombang menjadi pertimbangan sebelum operasi dilakukan.

Tahapan salvage ini dilakukan ketika pencarian terhadap korban masih berlangsung. Pada Jumat, penyelam TNI AL berhasil mengevakuasi tiga jenazah yang ditemukan di dalam bangkai kapal. Dengan penemuan tersebut, total sembilan korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara 108 orang selamat dan 126 lainnya masih dalam pencarian.

Pengangkatan atau perubahan posisi kapal diharapkan dapat membuka akses ke bagian-bagian bangkai yang selama ini sulit dijangkau penyelam. Operasi pencarian korban tetap dilakukan sembari persiapan salvage berlangsung.***

Penulis: Donny M.
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses