Tiga Korban Ditemukan dari Dalam Bangkai Virgo Transport, Ratusan Penumpang Masih Dicari

Evakuasi

BANJARMASIN, inibalikpapan.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengidentifikasi tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan dari dalam bangkai kapal di Laut Jawa, Jumat (18/9/2026).

Ketiga korban terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka ditemukan tim penyelam di dalam ruangan bangkai kapal pada kedalaman sekitar 24 meter setelah kondisi cuaca dan arus memungkinkan operasi bawah laut dilakukan. Tiga korban itu antara lain Surya (59) warga Tapin, Kalimantan Selatan. Lalu, Yuli (29) warga Banjarmasin dan Muhammad Abdiannoor (30) warga Banjarmasin.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan ketiga jenazah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem, termasuk rekam medis, properti serta sidik jari. “Data korban teridentifikasi hingga Sabtu (19/9) ini sudah ada 9 orang,” kata Sofwan, Sabtu.

Tiga jenazah tersebut sebelumnya dibawa menggunakan KN SAR Kamajaya dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.

Dengan penemuan tiga korban tersebut, jumlah orang yang telah ditemukan dari kecelakaan Virgo Transport 8 mencapai 117 orang. Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan sembilan orang meninggal dunia.

Sementara itu, 126 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

Operasi pencarian memasuki hari ketujuh pada Sabtu. Tim SAR masih memusatkan pencarian di sekitar bangkai kapal yang berada di dasar Laut Jawa.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan tim menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah air untuk mengetahui posisi dan kondisi bangkai kapal secara lebih rinci.

“Kita menggunakan ROV yang ada, kamera monitor kemudian posisinya akan disampaikan ke penyelam,” kata Bramantyo.

Menurut dia, penggunaan ROV dilakukan bersamaan dengan operasi penyelaman. Informasi mengenai posisi kapal dan bagian-bagian di dalamnya digunakan untuk membantu penyelam menentukan titik yang akan diperiksa.

“ROV tetap yang utama kita gunakan. Jadi ROV berjalan, tim penyelam juga berjalan,” ujarnya.

Pada operasi Jumat, tim penyelam menemukan tiga korban yang berada di dalam ruangan kapal. Para penyelam harus memecahkan kaca untuk mengeluarkan jenazah dari bagian dalam kapal.

Operasi tersebut melibatkan 20 penyelam TNI AL, terdiri atas 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II.

Selain mencari korban, tim juga menemukan sejumlah barang dari sekitar dan bagian kapal, termasuk 197 paket kiriman ekspedisi, sembilan flare, alat pelontar flare, baterai dan lampu life raft, serta sebuah dompet berisi identitas.

Barang-barang tersebut telah diamankan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan rencananya menjadi tambahan barang bukti bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Di sisi lain, proses identifikasi korban masih berjalan. Posko antemortem Polda Jawa Timur di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, hingga Sabtu pagi telah mengumpulkan 78 data antemortem dan 44 sampel DNA keluarga korban.

KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September. Kapal kemudian mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita, Minggu (13/9). Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Hingga Sabtu, pencarian terhadap 126 orang yang belum ditemukan masih berlanjut.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses