Mahasiswa Balikpapan Diminta Jadi Garda Lawan Hoaks di Tengah Perubahan Era IKN
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Mahasiswa Balikpapan didorong menjadi garda terdepan melawan hoaks di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya mobilitas masyarakat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Balikpapan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Balikpapan melalui konsep Ngobras (Ngobrol Santai), Jumat (11/9/2026).
Menurut Bagus, posisi mahasiswa semakin strategis karena Balikpapan kini menjadi gerbang utama menuju IKN. Kondisi tersebut membuat kota ini tidak hanya menjadi pusat pergerakan orang, tetapi juga arus informasi yang harus disikapi secara kritis.
“Mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan pembangunan daerah dan nasional. Jadilah generasi yang kritis dan peka terhadap perubahan zaman, tetapi tetap santun. Berani menyampaikan pendapat, tetapi tetap menghormati perbedaan,” kata Bagus.
Dalam dialog itu, Bagus menilai keberagaman yang dimiliki Balikpapan menjadi modal sosial yang harus terus dijaga. Kota ini dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, dan latar belakang sehingga karakter sebagai kota yang inklusif perlu dipertahankan.
Apalagi, arus pendatang diperkirakan terus meningkat seiring pembangunan IKN.
Karena itu, ia mendorong FPK bersama mahasiswa aktif menjadi jembatan pembauran agar masyarakat yang datang ke Balikpapan dapat berintegrasi tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Mahasiswa Diminta Aktif Meluruskan Disinformasi
Selain menjaga toleransi, Bagus menyoroti ancaman hoaks, isu SARA, disinformasi, hingga polarisasi yang semakin mudah menyebar melalui media sosial.
Menurutnya, idealisme dan kemampuan intelektual mahasiswa harus menjadi kekuatan untuk menghadirkan ruang digital yang lebih sehat.
“Gunakan idealisme dan intelektual kalian untuk meredam provokasi, meluruskan disinformasi, dan menyebarkan konten-konten positif yang memperkuat rasa nasionalisme,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan persatuan menjadi modal penting agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Balikpapan tetap berjalan.
“Ketika kota kita aman, lapangan kerja terbuka luas dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Bagus berharap semangat pembauran kebangsaan tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, tempat tinggal, dunia kerja, maupun ruang digital.
“Jadilah pemuda yang kritis namun solutif. Terus bersinergi demi menjaga kondusivitas Kota Balikpapan tercinta,” pungkasnya.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
