Baru Ilir Ajak Orang Tua Rutin Datang ke Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, terus mendorong keaktifan masyarakat memanfaatkan layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan penimbangan balita yang rutin dilaksanakan setiap bulan dinilai menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan mencegah stunting.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengatakan Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga pemberian edukasi kepada orang tua, perkembangan balita dapat dipantau secara berkala.
“Posyandu memiliki peran yang sangat penting. Kami mengajak seluruh orang tua yang memiliki balita agar rutin datang setiap bulan untuk mengikuti penimbangan dan pemeriksaan tumbuh kembang anak,” ujar Junaidi, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, kehadiran orang tua di Posyandu bukan hanya untuk mengetahui berat badan anak, tetapi juga menjadi kesempatan berkonsultasi dengan kader maupun petugas kesehatan apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan.
“Kalau ada penurunan berat badan atau pertumbuhan anak tidak sesuai usianya, bisa langsung diketahui sejak dini sehingga penanganannya lebih cepat. Itu sebabnya kami terus mengimbau masyarakat agar aktif memanfaatkan Posyandu,” katanya.
Junaidi mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan ibu dan anak tidak terlepas dari peran kader yang selalu aktif melakukan pendataan, mengingatkan jadwal Posyandu, hingga memberikan penyuluhan kepada warga.
“Kader Posyandu adalah mitra pemerintah di lapangan. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau seluruh balita di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kelurahan Baru Ilir akan terus mendukung kegiatan Posyandu melalui koordinasi dengan Puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta para ketua RT agar cakupan pelayanan semakin meningkat.
Menurut Junaidi, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, semakin mudah pula pemerintah memantau kondisi kesehatan balita serta mengambil langkah apabila ditemukan anak yang berisiko mengalami stunting maupun masalah gizi lainnya.
“Kami ingin seluruh balita di Baru Ilir tumbuh sehat, aktif, dan mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala. Untuk itu diperlukan peran orang tua agar tidak melewatkan jadwal Posyandu setiap bulan,” tegasnya.
Selain penimbangan dan pengukuran, Posyandu juga menjadi sarana edukasi mengenai pemberian makanan bergizi, pola asuh yang baik, pentingnya imunisasi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Berbagai layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.
Junaidi berharap semangat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu terus meningkat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan orang tua, upaya menciptakan generasi yang sehat, bebas stunting, dan berkualitas di Kelurahan Baru Ilir dapat terwujud secara berkelanjutan.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
