Pasar Sepinggan Terbakar, Disdag Balikpapan Kebut Pendataan dan Siapkan Revitalisasi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sepinggan, Sabtu (1/8/2026).
Selain melakukan pendataan terhadap kios yang terdampak, Disdag juga berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran sekaligus menyusun langkah penanganan lanjutan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Meski ada informasi awal dari pedagang yang mengarah pada dugaan korsleting listrik, pemerintah memilih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang.
“Informasi sementara yang kami terima dari beberapa pedagang, api diduga berasal dari meteran listrik. Namun kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Kami ingin semuanya berdasarkan fakta di lapangan,” ujar Haemusri.
Hitung Jumlah Kios
Di sisi lain, Disdag juga melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Tim masih menghitung jumlah kios yang terdampak serta kerugian yang dialami para pedagang.
“Pendataan masih berlangsung. Jumlah kios yang terdampak masih bersifat sementara karena kami harus memastikan seluruh data benar sebelum dilaporkan secara resmi,” katanya.
Haemusri menjelaskan, hasil peninjauan awal menunjukkan masih perlunya peningkatan sistem keselamatan di kawasan pasar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah minimnya sarana pemadam kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Ini menjadi evaluasi penting bagi kami. Ke depan setiap pasar harus memiliki sistem proteksi kebakaran yang lebih baik, mulai dari APAR, instalasi listrik yang memenuhi standar, hingga jalur evakuasi yang jelas. Keselamatan pedagang dan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Mengenai keberlangsungan aktivitas perdagangan, Disdag belum berencana membangun tempat penampungan sementara. Pemerintah akan lebih dahulu memanfaatkan los-los kosong yang masih tersedia di kawasan Pasar Sepinggan agar para pedagang dapat kembali berjualan tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas baru.
“Kami akan melihat kapasitas los yang masih tersedia. Kalau masih memungkinkan, pedagang akan ditempatkan di sana sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan. Prinsipnya, kami ingin para pedagang bisa kembali berjualan secepat mungkin,” jelas Haemusri.
Demi Keamanan dan Kenyamanan
Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat rencana revitalisasi Pasar Sepinggan. Pasar yang telah berdiri sejak era 1970-an itu dinilai membutuhkan pembenahan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga sistem keamanan dan kenyamanan.
“Pasar Sepinggan sebenarnya sudah masuk dalam rencana revitalisasi. Musibah ini menjadi pengingat bahwa pembenahan harus segera dilakukan agar pasar lebih modern, tertata, dan memiliki standar keselamatan yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Haemusri, revitalisasi nantinya akan mencakup pembaruan instalasi listrik, penyediaan fasilitas proteksi kebakaran, penataan kios, serta peningkatan sarana pendukung lainnya. Dengan demikian, pasar tradisional tetap mampu bersaing sekaligus memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pengunjung.
Ia berharap hasil penyelidikan kepolisian dapat segera keluar sehingga menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan. Disdag juga mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama mendukung proses pendataan dan penataan agar pemulihan Pasar Sepinggan dapat berlangsung lebih cepat.
“Kami ingin Pasar Sepinggan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Balikpapan. Dengan penataan yang lebih baik dan sistem keselamatan yang memadai, kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang,” pungkas Haemusri.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
