Belanda vs Jepang: Diprediksi Laga Sulit Bagi Oranje, Samurai Biru Bawa Mental Pantang Menyerah

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com –Laga Belanda melawan Jepang pada Grup F Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan menarik di fase grup. Jelang duel di Dallas Stadium, kedua tim sama-sama menunjukkan ambisi besar untuk melangkah jauh di turnamen.

Pelatih Belanda Ronald Koeman mengakui Jepang bukan lawan yang bisa dianggap enteng meski timnya datang dengan status unggulan.

Menurut Koeman, skuad Oranje memiliki target tinggi di Piala Dunia 2026, namun fokus utama saat ini adalah menghadapi Jepang.

“Kami memberi tekanan besar kepada diri sendiri karena ingin melangkah jauh di turnamen ini. Kami memiliki tim yang kuat dan tahu apa yang harus diperbaiki untuk benar-benar memiliki peluang, tetapi kami harus menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan,” kata Koeman.

Ia menegaskan Jepang menjadi perhatian utama sebelum memikirkan laga-laga berikutnya.

“Kami harus fokus terlebih dahulu pada Jepang karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujarnya.

Koeman juga membawa kabar baik terkait kondisi penyerang andalannya, Memphis Depay.

“Memphis dalam kondisi bugar dan siap menjadi starter. Dalam 10 hari terakhir sejak persiapan dimulai, kondisi fisiknya terus meningkat. Dia pemain penting dan sudah sangat lama menjadi bagian penting tim ini. Dia akan menjadi salah satu kunci keberhasilan kami di turnamen,” katanya.

Jepang Datang dengan Mental Pantang Menyerah

Sementara itu, pelatih Jepang Hajime Moriyasu menilai timnya datang ke Piala Dunia dengan fondasi permainan yang lebih matang dibanding turnamen sebelumnya.

Menurutnya, Jepang tidak hanya mengandalkan taktik, tetapi juga fleksibilitas pemain dalam menyesuaikan situasi pertandingan.

“Fondasi kami tetap pada taktik inti tim. Untuk turnamen ini kami mengembangkan model permainan yang memberi lebih banyak pilihan kepada pemain saat bertanding. Mereka bisa menentukan keputusan sesuai situasi pertandingan, sambil tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan di lapangan,” ujar Moriyasu.

Ia merasa perkembangan tersebut membuat Jepang semakin siap menghadapi tantangan besar di Piala Dunia.

Moriyasu juga menyoroti karakter khas yang menjadi kekuatan utama Samurai Biru, yakni semangat pantang menyerah.

“Ketika orang Jepang menetapkan sebuah tujuan, kami memiliki ketekunan dalam proses dan kemampuan untuk terus berjuang. Dalam sepak bola itu berarti bekerja keras sejak peluit awal hingga peluit akhir,” katanya.

Menurutnya, semangat itu tidak hanya dimiliki pemain, tetapi juga para suporter yang selalu mendukung tim nasional Jepang.

“Tidak peduli bagaimana jalannya pertandingan, pemain dan pendukung kami akan terus berjuang sampai akhir. Kami berada di posisi ini karena melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Kini kami membawa tongkat estafet itu menuju masa depan dan mimpi memenangkan Piala Dunia,” ujar Moriyasu.

Ulangan Duel Piala Dunia 2010

Pertandingan ini juga menjadi reuni kedua negara setelah pertemuan di fase grup Piala Dunia 2010. Saat itu Belanda menang tipis 1-0 berkat gol Wesley Sneijder sebelum akhirnya melaju hingga final.

Kini, 16 tahun berselang, Jepang datang dengan status salah satu kekuatan terbaik Asia dan siap menguji ambisi Belanda yang kembali memburu gelar juara dunia pertamanya.***

Penulis: Donny Moslem/FIFA Website
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses