Harga Pertamax Melonjak, Warga Balikpapan Beralih ke Pertalite, Antrean SPBU Picu Kemacetan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.650 per liter memicu peralihan besar-besaran pengendara ke BBM subsidi Pertalite. Dampaknya, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Balikpapan hingga meluber ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan.
Salah satu titik terparah terjadi di SPBU Gunung Guntur arah Sungai Ampal–Balikpapan Baru. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengular hingga ke badan jalan.
Kondisi ini diperparah oleh akses jalan yang sempit dan padat lalu lintas, sehingga memperlambat arus kendaraan di kawasan tersebut.
Selisih Harga Picu Peralihan
Dengan harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, selisih yang cukup jauh membuat masyarakat memilih beralih demi menekan pengeluaran.
“Biasanya saya isi Pertamax biar cepat, tapi sekarang selisihnya jauh sekali, jadi terpaksa pilih yang lebih murah,” ujar Andre, warga Karang Rejo, Minggu (14/6/2026).
Hal serupa diungkapkan Yuni, warga Gunung Guntur. Ia mengaku kini rela antre lebih lama dibanding harus mengisi Pertamax dengan harga yang lebih mahal.
“Kalau isi Pertamax harus tiap hari. Jadi sekarang mending ikut antre saja,” katanya.
Antrean Kian Parah
Sebenarnya, antrean di SPBU bukan hal baru di Balikpapan. Namun, sejak kenaikan harga BBM non-subsidi, kondisi di lapangan dinilai semakin parah.
Lonjakan jumlah kendaraan yang beralih ke Pertalite membuat waktu antre semakin panjang dan berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas.
Potensi Tekanan pada BBM Subsidi
Fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM subsidi jika peralihan terjadi secara masif dan berkepanjangan.
Tanpa pengaturan distribusi yang tepat, lonjakan permintaan dikhawatirkan dapat memicu masalah baru, mulai dari kelangkaan hingga antrean yang semakin panjang di SPBU.
Penulis : Abraham Johan
BACA JUGA
