Borneo Culture Week 7 di Balikpapan: Merawat Budaya, Menjaga Identitas di Tengah Kota yang Terus Bergerak
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Di tengah Balikpapan yang terus tumbuh sebagai kota modern, budaya menjadi salah satu penanda penting identitas masyarakatnya. Keberagaman suku, agama, dan tradisi bukan sekadar kekayaan, tetapi juga modal sosial yang perlu terus dirawat.
Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Borneo Culture Week 7 di Plaza Balikpapan, Sabtu (8/8/2026).
Mengusung tema “Gema Citra Nusantara”, kegiatan tersebut menghadirkan seni dan budaya sebagai ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan keberagaman budaya yang hidup di Balikpapan merupakan kekuatan yang harus terus dijaga.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan tidak sebatas mempertahankan tradisi masa lalu. Lebih dari itu, budaya menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.
“Budaya bukan hanya sesuatu yang kita warisi, tetapi juga sesuatu yang harus terus kita hidupkan dan kembangkan,” menjadi semangat dalam pelaksanaan Borneo Culture Week 7.
Budaya Jadi Jembatan Keberagaman Balikpapan
Sebagai kota dengan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang, Balikpapan membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan perbedaan.
Borneo Culture Week 7 menjadi salah satu ruang tersebut.
Seni dan budaya tidak ditempatkan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana mengenali keberagaman sekaligus membangun kebersamaan.
Dalam sambutan Wali Kota Balikpapan, pelaksanaan Borneo Culture Week 7 juga mendapat apresiasi karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pengelola Plaza Balikpapan, Perkumpulan Pelestari Budaya Nusantara (P2BN), komunitas seni dan budaya, pelaku ekonomi kreatif hingga masyarakat.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Komunitas, dunia usaha, generasi muda dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan budaya tetap hidup.
Bukan Sekadar Festival, Budaya Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi
Budaya juga memiliki hubungan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Seni pertunjukan, kerajinan, fesyen, kuliner hingga berbagai produk kreatif berbasis tradisi memiliki potensi untuk berkembang menjadi aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, semakin banyak ruang yang diberikan kepada kebudayaan, semakin besar pula peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan karya sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru.
Borneo Culture Week 7 menjadi salah satu contoh bagaimana budaya dapat dipertemukan dengan ruang publik, komunitas dan aktivitas ekonomi kreatif.
Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Budaya
Persoalan terbesar dalam pelestarian budaya bukan hanya bagaimana menjaga tradisi, tetapi bagaimana memastikan tradisi tersebut tetap relevan bagi generasi berikutnya.
Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi bagian dari proses menjaga, mengembangkan sekaligus menciptakan wajah baru kebudayaan.
Sebab, mencintai budaya tidak selalu berarti mempertahankannya dalam bentuk yang sama.
Tradisi justru harus diberi ruang untuk berkembang dan menemukan bentuk baru tanpa kehilangan nilai yang menjadi akar identitasnya.
Di tengah Balikpapan yang terus bergerak, budaya dapat menjadi rumah bersama. Ruang ketika perbedaan tidak dipertentangkan, melainkan dikenali dan dihargai.
Borneo Culture Week 7 pun menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh.
Sebaliknya, keberagaman adalah kekayaan yang membuat Balikpapan memiliki cerita dan identitas.
Ketika budaya dirawat, yang dijaga bukan hanya warisan masa lalu. Balikpapan juga sedang menyiapkan masa depan agar generasi berikutnya tetap mengenal akar budayanya, sekaligus memiliki keberanian membawa warisan tersebut melangkah lebih jauh.
Penulis : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
