Karhutla 4 Hektare di Kariangau Padam Setelah 12 Jam, BPBD Turunkan Drone dan Gandeng Perusahaan

Karhutla 4 Hektare di Kariangau Padam Setelah 12 Jam, BPBD Turunkan Drone dan Gandeng Perusahaan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar empat hektare di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan selama kurang lebih 12 jam pada Selasa (1/9/2026). Foto: BPBD Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar empat hektare di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan selama kurang lebih 12 jam pada Selasa (1/9/2026). Sulitnya akses menuju lokasi membuat BPBD Kota Balikpapan harus menggandeng sejumlah perusahaan di sekitar kawasan industri untuk mempercepat pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan titik api muncul di kawasan Kariangau ujung atas, tepatnya di sekitar area beberapa perusahaan.

“Per tanggal 1 September terjadi kebakaran di wilayah Barat, khususnya di daerah Kariangau ujung atas. Di samping wilayah beberapa perusahaan terjadi kebakaran,” ujar Usman.

Drone dikerahkan, jalur dibuka pakai alat berat

BPBD lebih dulu melakukan pemantauan dari darat dan udara menggunakan drone untuk memastikan posisi api. Namun, medan yang sulit dijangkau membuat petugas belum bisa langsung melakukan pemadaman.

Untuk membuka akses, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengerahkan alat berat agar tim bisa mendekati lokasi kebakaran.

“Teknis yang dilakukan adalah membuka sedikit jalur menggunakan alat berat untuk menuju ke lokasi, bekerja sama dengan DLH,” jelas Usman.

Operasi pemadaman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan personel dari delapan perusahaan di kawasan Kariangau, yakni Apical (PT Kutai Refinery Nusantara), ARC (PT AGPA Refinery Complex), PT Interport, PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk, PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Port and Logistics Shorebase Tanjung Batu, PT Dermaga Perkasa Pratama, dan PT Kariangau Power.

Keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama BPBD untuk mempercepat penanganan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau.

Selain itu, Polsek Balikpapan Barat dan Koramil juga ikut mendukung proses penanganan di lapangan.

Titik api baru terpantau drone

Meski api utama sudah berhasil dipadamkan, BPBD masih terus memantau kondisi di lapangan menggunakan drone. Dari hasil pemantauan terbaru, terdeteksi satu titik api yang masih dalam proses penanganan di sekitar samping Pos 7 PPN. Sementara itu, area yang ditandai lingkaran merah diidentifikasi sebagai indikasi munculnya titik api baru.

Usman mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risiko penyebaran api sangat tinggi selama musim kemarau.

Selain potensi karhutla, BPBD juga meminta warga mulai mengantisipasi kemungkinan kekeringan dengan menghemat dan menyimpan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat ini BPBD masih menunggu perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG, terutama terkait peluang terbentuknya awan hujan di Balikpapan yang diharapkan dapat membantu menekan potensi kebakaran susulan sepanjang September.***

Penulis: Samsul
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses