BPS Kaltim: Angkatan Kerja Turun, Pengangguran pada Februari 2026 Sekitar 5,27 Persen

Pengangguran / Serikat Pekerja Nasional
Pengangguran / Serikat Pekerja Nasional

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat dinamika ketenagakerjaan yang cukup menarik pada Februari 2026.

Jumlah angkatan kerja tercatat mencapai 2.106.306 orang atau mengalami penurunan sebanyak 16.850 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut juga diikuti dengan berkurangnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,15 persen poin.

Meski demikian, kabar positif datang dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang justru mengalami penurunan. Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyebutkan TPT pada Februari 2026 berada di angka 5,27 persen, turun dari 5,33 persen pada Februari 2025.

“Pada Februari 2026, TPT di Kalimantan Timur sebesar 5,27 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Secara absolut, jumlah penduduk bekerja di Kalimantan Timur tercatat sebanyak 1.995.214 orang. Namun angka ini juga mengalami penurunan sebanyak 14.776 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi struktur lapangan pekerjaan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 19,57 persen atau sekitar 390.461 pekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,96 persen atau 338.446 pekerja.

Sementara itu, sektor dengan kontribusi tenaga kerja paling kecil adalah Penyediaan Listrik dan Air yang hanya menyerap sekitar 1,01 persen atau 20.200 pekerja.

BPS juga mencatat adanya peningkatan jumlah pekerja formal. Pada Februari 2026, pekerja formal mencapai 1.106.348 orang atau sebesar 55,45 persen dari total tenaga kerja. Angka ini meningkat 2,37 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, pekerja informal mengalami penurunan dalam besaran yang sama.

Dilihat dari tingkat pendidikan, tenaga kerja di Kalimantan Timur masih didominasi lulusan SMA umum dengan persentase 27,58 persen. Sementara pekerja dengan pendidikan Diploma ke atas mencapai 18,12 persen.

Dari sisi gender, tingkat setengah pengangguran laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Laki-laki berada di angka 5,65 persen, sedangkan perempuan sebesar 3,32 persen.

Selain itu, persentase pekerja setengah penganggur mengalami penurunan sebesar 0,82 persen poin. Namun di sisi lain, pekerja paruh waktu justru meningkat sebesar 0,92 persen poin.

Sebagai indikator utama kondisi ketenagakerjaan, TPT sebesar 5,27 persen menunjukkan bahwa dari setiap 100 angkatan kerja di Kalimantan Timur, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang masih belum terserap di pasar kerja.

Penurunan pengangguran di tengah berkurangnya angkatan kerja menjadi sinyal perlunya strategi lebih komprehensif dalam menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menjaga kualitas tenaga kerja di Kalimantan Timur ke depan. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses