Balikpapan Siapkan Depo Logistik, Truk ODOL Bakal Dilarang Masuk Kota

Simpang lima Muara Rapak Balikpapan
Simpang lima Muara Rapak Balikpapan rawan terjadi kecelakaan (foto : Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah strategis dalam menata sistem transportasi dan distribusi logistik melalui rencana pembangunan depo atau terminal angkutan barang.

Program ini masuk dalam action plan tahun 2026 sebagai solusi atas persoalan kendaraan bertonase besar yang kerap melintas di dalam kota.

Langkah tersebut juga menjadi respons atas berbagai insiden lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat, termasuk kecelakaan fatal di kawasan Simpang Rapak pada 2022 yang sempat menjadi perhatian nasional.

Pemkot Balikpapan menilai belum tersedianya fasilitas terminal atau pool kendaraan besar menjadi salah satu akar masalah. Kondisi ini menyebabkan banyak truk parkir sembarangan dan tetap beroperasi di dalam kota tanpa pengaturan yang optimal.

Melalui pembangunan depo angkutan barang, pemerintah akan menghadirkan pusat layanan logistik terintegrasi. Fasilitas ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan berat, tetapi juga dilengkapi layanan uji kir, kantor UPTD, hingga rencana pembangunan SPBU khusus angkutan barang.

Selain itu, sistem distribusi logistik akan diatur melalui mekanisme transfer muatan. Kendaraan besar dari luar daerah diwajibkan masuk ke depo terlebih dahulu sebelum barang dipindahkan ke kendaraan kecil untuk distribusi داخل kota.

Skema ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Keberadaan depo juga dinilai menjadi solusi untuk menekan peredaran kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang selama ini mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan membahayakan keselamatan.

Dalam rencana jangka panjang, Pemkot Balikpapan juga akan berkoordinasi dengan Pelindo terkait optimalisasi fungsi Pelabuhan Semayang. Pelabuhan tersebut akan difokuskan sebagai terminal penumpang, sementara aktivitas bongkar muat barang dialihkan ke Kariangau Kaltim Terminal (KKT).

KKT nantinya akan terhubung langsung dengan depo angkutan barang sehingga alur distribusi logistik menjadi lebih efisien dan tertata.

Pemerintah berharap integrasi sistem ini mampu menciptakan transportasi logistik yang lebih tertib, aman, dan mendukung Balikpapan sebagai kota jasa yang modern.

Selain itu, keberadaan depo juga diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan berat di SPBU dalam kota serta menjaga kualitas jalan dari kerusakan akibat kendaraan bertonase tinggi.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses