Gubernur Kaltim Sumringah, Menteri ESDM Desak Raksasa Migas Eni Segera Serahkan PI 10 Persen

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menghadiri Konvensi dan Pameran Tahunan ke-50 Indonesian Petroleum Association (IPA) di Nusantara Hall, ICE BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026). (foto : Pemprov)
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menghadiri Konvensi dan Pameran Tahunan ke-50 Indonesian Petroleum Association (IPA) di Nusantara Hall, ICE BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026). (foto : Pemprov)

TANGERANG, Inibalikpapan.com — Angin segar berembus kencang bagi pendapatan asli daerah dan pengusaha lokal di Kalimantan Timur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengeluarkan instruksi tegas kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk segera mencairkan hak Participating Interest (PI) 10 persen bagi daerah penghasil migas.

Perintah langsung tersebut ditembakkan Bahlil di hadapan para petinggi industri minyak dunia saat membuka Konvensi dan Pameran Tahunan ke-50 Indonesian Petroleum Association (IPA) di Nusantara Hall, ICE BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Sentil Raksasa Italia Eni: Jangan Semua Proyek Dikuasai Orang Jakarta!

Dalam pidato pembukaannya, Menteri Bahlil secara khusus menitipkan pesan kepada Eni, raksasa energi asal Italia yang baru saja mengumumkan penemuan monster cadangan gas baru di Kaltim dengan potensi 5 hingga 7 TCF (triliun kaki kubik) gas serta 300 juta barel kondensat di Blok Ganal (lepas pantai sedalam 2.000 meter).

Bahlil menginstruksikan Kepala SKK Migas, Joko Siswanto, untuk mengawal ketat keterlibatan vendor lokal agar perputaran uang miliaran dolar tidak hanya dinikmati oleh korporasi di ibu kota.

“Atas perintah Bapak Presiden, bagi KKKS yang sudah berjalan baik tapi belum menyerahkan PI kepada daerah, tolong segera diberikan sesuai aturan. Saya juga minta tolong, pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan. Jangan semua kontraktor dikuasai orang Jakarta. Jadikanlah pengusaha daerah menjadi tuan di rumahnya sendiri! Tapi ada syaratnya, harus profesional, bukan kelas pengusaha proposal,” tegas Bahlil disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Ia mengingatkan bahwa industri hulu migas memiliki risiko keselamatan yang amat tinggi (high risk), sehingga pengusaha lokal yang dilibatkan wajib memenuhi spesifikasi teknis yang ketat. “Salah sedikit saja pasang pipa, orang bisa mati,” tandasnya.

Rudy Mas’ud Siap Sambut Peluang, Tegaskan Keterlibatan BUMD

Mendengar karpet merah yang digelar oleh Kementerian ESDM, Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, yang hadir langsung di lokasi acara tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Menurut Rudy, ketegasan pemerintah pusat ini merupakan momentum emas bagi kebangkitan industri oil and gas di Benua Etam.

“Harapan kami, ini adalah opportunity yang sangat luar biasa bagi Kalimantan Timur. Kita diberikan privilege dan kesempatan untuk diutamakan. Namun, saya ingatkan lagi kepada para pelaku bisnis lokal, kita harus tetap memenuhi spesifikasi dan standardisasi tinggi industri migas global,” ujar Rudy Mas’ud.

Orang nomor satu di Kaltim itu juga menggarisbawahi bahwa tata kelola PI 10 persen serta kemitraan taktis ini nantinya wajib mengandalkan peran aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim sebagai jangkar utama bisnis daerah.

Agenda akbar IPA Fest ke-50 ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, IPA President Kathy Wu, jajaran duta besar negara sahabat, serta dirangkai dengan penandatanganan konsesi 8 Wilayah Kerja (WK) migas baru di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses