Bulog Samarinda Jamin Stok Beras Aman: Fokus Perkuat Penyaluran SPHP dan Tekan Inflasi Daerah
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah tantangan potensi kenaikan inflasi ke depan.
Asisten Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Samarinda, Ahmad Syaulani, menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus melakukan intervensi pasar guna membantu masyarakat.
Fokus pada Beras SPHP dan Kolaborasi Lintas Sektor
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap menjadi instrumen utama Bulog. Ahmad menyebutkan bahwa stok yang ada saat ini sangat memadai untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah.
“Stok beras yang dimiliki saat ini cukup untuk mendukung program stabilisasi, khususnya melalui penyaluran beras SPHP,” ungkap Ahmad di Samarinda, Rabu (22/4/2026).
Namun, ia menekankan bahwa efektivitas pengendalian harga sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Bulog terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta aktif dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di masing-masing daerah.
Perluasan Jaringan Pengecer di Pasar SP2KP
Bulog Samarinda kini mendorong pemerintah kabupaten/kota di wilayah kerjanya untuk memperluas jaringan distribusi. Salah satu strategi utamanya adalah memastikan kehadiran pengecer beras SPHP di setiap pasar, terutama pasar yang terdata dalam program Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Di Samarinda, keberadaan pengecer SPHP sudah cukup banyak. Harapannya, kabupaten/kota lain juga dapat mengembangkan hal serupa sehingga dapat menjadi acuan dalam pemantauan harga secara nasional,” jelas Ahmad.
Dorong Pembentukan Kios Pangan
Selain penyaluran rutin dan operasi pasar, Bulog juga mendorong daerah-daerah untuk membentuk Kios Pangan. Kehadiran titik-titik distribusi permanen di tingkat daerah dinilai akan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dengan distribusi yang lebih merata dan pasokan yang terjaga, Bulog optimis upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Timur, khususnya wilayah Samarinda dan sekitarnya, dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. / Pemprov
BACA JUGA
