Cegah Begal, Pemkot Balikpapan Percepat Pemasangan CCTV di Sejumlah Titik Rawan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat mengambil langkah taktis guna merespons dua ancaman besar yang tengah membayangi kenyamanan warga Kota Minyak: lonjakan kasus kriminalitas jalanan (begal) dan ancaman kekeringan ekstrem dampak fenomena El Nino.
Langkah siaga ini diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Balikpapan Tahun 2026 yang digelar secara masif di Hotel MaxOne, Rabu (20/5/2026).
Garda Terdepan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kebakaran
Mengusung tema besar “Kolaborasi Jaga Kota”, agenda strategis ini dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Adwar Skenda Putra, yang hadir mewakili Wali Kota Balikpapan. Pemerintah menegaskan, status Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut deteksi dini yang kuat dari level terbawah.
“Tantangan perkotaan saat ini kian kompleks. Perubahan iklim akibat fenomena El Nino menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini. Kemarau panjang berpotensi memicu krisis air bersih serta kebakaran lahan atau pemukiman padat. Di sinilah peran Satlinmas sebagai garda terdepan untuk edukasi warga,” tegas Adwar saat membacakan sambutan Wali Kota.
Dalam bimtek ini, ratusan personel Satlinmas digembleng langsung oleh instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan unsur kepolisian. Mereka dibekali kemampuan penanganan kegawatdaruratan medis, simulasi kebocoran gas elpiji, hingga praktik menjinakkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sikat Begal, Pemerintah Perbanyak Mata Digital di Titik Rawan
Selain mitigasi bencana alam, Pemkot Balikpapan juga mengupas tuntas keresahan mendalam masyarakat terkait aksi begal jalanan yang belakangan marak terjadi pada malam hari di beberapa sudut kota.
Sebagai jawaban konkret atas tantangan keamanan tersebut, Pemkot Balikpapan kini mempercepat proyek pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalan protokol dan area rawan kejahatan minim penerangan.
Penguatan sistem pengawasan siber ini diyakini mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan sekaligus mempermudah aparat kepolisian dalam melakukan tindakan hukum yang cepat.
Pemerintah juga mengimbau warga kota untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat terpaksa berkendara atau beraktivitas pada malam subuh melewati jalur-jalur sepi.
BACA JUGA
