Cuci Darah di Usia Muda Jadi Sorotan, DKK Dorong Pola Hidup Sehat
Kepala DKK Balikpapan Alwiati
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menyoroti meningkatnya risiko gangguan kesehatan pada generasi muda, khususnya Generasi Z, yang dipicu pola konsumsi tidak sehat sejak dini.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi meningkatnya kasus gagal ginjal hingga kebutuhan cuci darah di usia muda.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi anak. Ia mengingatkan agar anak tidak dibiasakan mengonsumsi minuman kemasan yang tinggi gula dan bahan tambahan.
“Jadi memang pola asuh yang paling penting dan jangan diberikan atau diperbolehkan meminum minuman kemasan kepada anak,” tegas Alwiati saat dimintai tanggapan, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kebiasaan konsumsi minuman manis dan kemasan dalam jangka panjang dapat berdampak serius pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes hingga gangguan fungsi ginjal.
“Perhatikan kandungan gulanya dan kandungan kimianya jika ingin memberikan minuman kemasan,” ujarnya.
Alwiati menjelaskan, fenomena meningkatnya kasus kesehatan di usia muda tidak lepas dari perubahan gaya hidup. Generasi Z yang tumbuh di tengah kemudahan akses makanan dan minuman instan dinilai lebih rentan jika tidak diimbangi dengan edukasi dan pengawasan dari orang tua.
“Kalau bertahun-tahun mengonsumsi minuman kemasan, tentu ada dampaknya. Itu bisa menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan, termasuk pada fungsi ginjal,” jelasnya.
Pencegahan Sejak Dini
Ia menambahkan, kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat berujung pada tindakan medis serius seperti cuci darah. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Ia menambahkan, kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat berujung pada tindakan medis serius seperti cuci darah. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Sebagai upaya antisipasi, Pemerintah Kota Balikpapan telah mencanangkan gerakan “Hidup Manis Tanpa Gula” yang mengajak masyarakat mengurangi konsumsi gula harian. Program ini diharapkan mampu menekan angka prediabetes dan diabetes, sekaligus mencegah komplikasi penyakit lainnya.
“Mari kita menurunkan angka prediabetes dan diabetes, supaya produktivitas masyarakat di Kota Balikpapan menjadi lebih baik,” ucapnya.
Alwiati juga mengajak orang tua untuk membiasakan anak mengonsumsi air putih serta makanan alami tanpa bahan tambahan berlebih. Ia menekankan bahwa perubahan pola hidup harus dimulai dari rumah sebagai fondasi utama kesehatan generasi mendatang.
“Perubahan kecil dari keluarga akan sangat berpengaruh. Jangan sampai generasi muda kita harus menghadapi risiko penyakit serius di usia produktif,” tuturnya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, DKK Balikpapan berharap generasi Z dapat tumbuh lebih sehat dan terhindar dari ancaman penyakit kronis, termasuk risiko cuci darah yang kini mulai menjadi perhatian.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
