Kantor Balai Kota Balikpapan

Dampak Corona, Pemkot Balikpapan Was-was PAD Tak Capai Target

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan was-was pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini tak mencapai target, pasca merebaknya virus corona. Termasuk di Kota Balikpapan, dimana 6 warganya positif terjangkit virus corona.

 Pasalnya, setelah Kaltim menjadi salah satu daerah yang positif terjangkit virus mematikan itu, Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kota dan Kabupaten serta unsur muspida sepakat menetapkan status lokal lockdown.

Bahkan Pemerintah Kota Balikpapan telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) corona. Sehingga semua kegiatan disetop sementara. THM, obyek wisata, fasilitas umum juga ditutup. Tak ada kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Para pegawai, swasta maupun BUMN disarankan bekerja dirumah. Termasuk PNS dilingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Hal itu untuk mencegah dan meluasnya penyebaran maupun penularan virus corona.

Namun dibalik semua kebijakan tersebut, dunia usaha paling terkena imbasnya. Menanggapi itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengkaji kebijakan untuk dunia usaha.

“Kita lagi mengkaji kebijakan yang bisa (mengurangi dampak) bagi dunia usaha. Saya minta kepada Pak Sekda untuk mengkaji,” ujar Rizal.

“Kemudahan apa, keringanan apa yang bia diberikan kepada dunia usaha. Ya semua kan kena dampak dari corona,”

Menurutnya, jika pendapatan dunia usaha menurun dan tak capai target, tentu akan berdampak pada PAD. “Ini kan bagian dari PAD kita, kita juga was-was PAD kita bisa tidak mencapai target, karena  pendapatan dunia usaha juga bisa tidak mencapai target,” katanya.

Kendati begitu lanjutnya, Pemerintah Pusat sebenarnya sudah melakukan beberapa kebijakan diantaranya melakukan relaksasi perpajakan sebagai konpesasi. “Kalau kita sedang mengkajinya,” ujarnya lagi.

Comments

comments

Baca juga ini :  Untuk Mengenang Tragedi Kanjuruhan, PSSI Usulkan Setiap 1 Oktober Hari Libur Sepak Bola Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.