Dana Transfer Pusat Diproyeksikan Turun, Balikpapan Perkuat PAD 

Wakil Wali Kota Balikpapan. Bagus Susetyo. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan strategi menghadapi proyeksi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2027.

Berdasarkan estimasi awal, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima Balikpapan diperkirakan hanya sekitar Rp800 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menyusun kebijakan fiskal yang lebih hati-hati agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan optimal.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pemerintah telah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar menyusun APBD 2027 secara realistis dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi nasional.

“Kami meminta TAPD menyusun perencanaan anggaran secara realistis. Jangan terlalu optimistis, tetapi juga jangan pesimistis. Kita harus menggunakan asumsi yang moderat sehingga jika ada perubahan kondisi fiskal, kita sudah siap mengantisipasinya,” ujar Bagus, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, penyusunan anggaran harus dilakukan secara cermat agar pemerintah daerah tidak menghadapi persoalan ketika realisasi pendapatan lebih rendah dari target yang telah ditetapkan.

“Perencanaan anggaran harus benar-benar matang. Kita ingin APBD tetap sehat sehingga seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai rencana dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Bagus menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kota Balikpapan tetap memprioritaskan belanja wajib atau mandatory spending, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.

“Yang paling utama adalah memastikan belanja wajib seperti pendidikan dan kesehatan tetap terpenuhi. Dua sektor ini merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh terganggu meskipun ada penurunan dana transfer dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Tingkatkan Kualitas Perencanaan

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian anggaran. Evaluasi terhadap realisasi pendapatan maupun belanja harus dilakukan secara berkala agar potensi defisit dapat diantisipasi sejak dini.

“Saya yakin setiap OPD sudah memahami kondisi fiskalnya masing-masing. Karena itu, evaluasi harus dilakukan sejak triwulan pertama. Kalau ada indikasi target pendapatan tidak tercapai, maka penyesuaian belanja bisa segera dilakukan sehingga tidak menjadi persoalan di akhir tahun,” jelas Bagus.

Selain melakukan pengendalian belanja, pemerintah juga akan terus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama kemampuan fiskal daerah.

“Kalau dana transfer berkurang, maka mau tidak mau kita harus memperkuat PAD. Ini menjadi pekerjaan bersama seluruh perangkat daerah agar kemampuan keuangan daerah tetap terjaga,” ujarnya.

Maksimalkan Retribusi Daerah

Menurut Bagus, sejumlah OPD telah diminta mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki. Dinas Perhubungan didorong memaksimalkan retribusi parkir, sementara Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari berbagai sektor.

“Semua potensi pendapatan harus digali secara maksimal. Jangan sampai ada sumber pendapatan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan PAD yang kuat, pembangunan akan tetap bisa berjalan sesuai rencana,” katanya.

Bagus menambahkan, pemerintah juga memperkuat sistem pengawasan penerimaan pajak daerah melalui penerapan transaksi non-tunai (cashless) dan penggunaan tapping box di hotel, restoran, serta tempat usaha lainnya.

“Kami terus mendorong penggunaan tapping box karena seluruh transaksi dapat tercatat secara elektronik. Sistem ini membuat penerimaan pajak lebih transparan, lebih akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah,” ungkapnya.

Ia optimistis kombinasi antara pengendalian belanja, optimalisasi PAD, serta penguatan sistem pengawasan pajak mampu menjaga kesehatan fiskal Kota Balikpapan di tengah tantangan penurunan dana transfer pemerintah pusat.

“Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, pembangunan tidak terhambat, dan kondisi fiskal Kota Balikpapan tetap sehat. Itu yang menjadi fokus kami dalam menyusun APBD 2027,” tutup Bagus.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses