ITK Perkuat SDM STEM Lewat LPDP, Rektor: Dosen Lulusan Luar Negeri Harus Kembali Bangun Indonesia
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mengirim dosen melanjutkan studi magister dan doktor melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui Seminar Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 bertajuk “Wujudkan Studi Impian Bersama LPDP” yang digelar di Kampus ITK, Balikpapan, Selasa (14/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ITK untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rektor ITK Agus Rubiyanto mengatakan, ITK memiliki peran strategis sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kalimantan yang fokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Karena itu, peningkatan kompetensi dosen melalui pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia menjadi salah satu prioritas.
“Negara-negara maju dibangun oleh sumber daya manusia yang kuat di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Karena itu, pengembangan SDM berbasis STEM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda jika Indonesia ingin meningkatkan daya saing global,” ujar Agus.
Ia menilai, kegiatan sosialisasi seperti ini mampu memotivasi para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hingga kini, lebih dari 10 dosen ITK berhasil memperoleh beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan S2 maupun S3 di berbagai perguruan tinggi internasional.
Mereka melanjutkan studi di sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, Inggris, Australia hingga Austria. Sebagian di antaranya bahkan telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di ITK.
Belajar di Luar Negeri, Mengabdi untuk Negeri
Salah satunya adalah dosen Statistika, Riki, yang kini dipercaya memimpin Program Magister Manajemen Teknologi ITK. Menurut Agus, kehadiran dosen lulusan luar negeri diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan kampus.
Agus menegaskan, penerima beasiswa LPDP tidak hanya membawa nama pribadi atau institusi, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di tingkat internasional. Selain berprestasi akademik, mereka wajib menjaga integritas, etika, dan nama baik Indonesia selama belajar di luar negeri.
Ia mencontohkan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang hingga kini dikenal dunia berkat kontribusinya di bidang teknologi penerbangan. Menurutnya, sosok Habibie menjadi bukti bahwa putra-putri Indonesia mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Lebih jauh, Agus berharap seluruh dosen penerima beasiswa memiliki komitmen untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional diharapkan memperkuat pendidikan tinggi dan riset di Indonesia. Bekal tersebut juga diharapkan melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, mereka kembali ke Tanah Air dan ikut membangun Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi,” katanya.
Menurut Agus, investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. ITK optimistis mampu mencetak talenta unggul berbasis STEM untuk mendukung pembangunan nasional. Terutama di Kalimantan yang kini menjadi kawasan strategis seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)***
Penulis: Amir
Editor: Rizki
BACA JUGA
