Debut Mauro Jeronimo Berujung Kekalahan, Borneo FC Tumbang dari Persija Jakarta 0-1
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Borneo FC Samarinda harus mengawali Super League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Pesut Etam tumbang 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Borneo FC sebenarnya tampil cukup dominan, terutama pada babak kedua. Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol.
Laga ini juga menjadi debut resmi pelatih asal Portugal, Mauro Jeronimo, bersama Borneo FC setelah menggantikan Fabio Lefundes yang hengkang ke Java United FC.
Persija justru tampil lebih efektif. Satu-satunya gol Macan Kemayoran dicetak penyerang asal Swedia, Alexander Jeremejeff, pada menit ke-45.
Borneo FC Buang Sejumlah Peluang
Borneo FC sebenarnya mengawali pertandingan dengan permainan yang cukup baik. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, terutama melalui penyerang asal Mali, Moussa Diarra.
Sedikitnya tiga peluang berbahaya diperoleh Diarra sepanjang pertandingan. Namun, ketajaman lini depan Borneo FC belum mampu membuahkan gol, ditambah penampilan solid kiper Persija, Nadeo Argawinata.
Salah satu peluang terbaik terjadi pada menit ke-25. Diarra berhasil lolos dan tinggal berhadapan dengan Nadeo di dalam kotak penalti.
Namun, penyelesaian akhirnya justru melebar sehingga peluang emas tersebut terbuang. Borneo FC harus membayar mahal kegagalan memanfaatkan peluang tersebut.
Menjelang turun minum, Persija justru mampu memecah kebuntuan. Alexander Jeremejeff mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan Kerim Memija dari sisi kiri pertahanan Borneo FC.
Bola sundulan Jeremejeff menjebol gawang Borneo FC yang dikawal Kadu Monteiro dan mengubah skor menjadi 0-1.
Dominan di Babak Kedua, Tetap Gagal Menyamakan Skor
Tertinggal satu gol membuat Borneo FC tampil lebih agresif setelah jeda.
Pesut Etam meningkatkan tekanan dan bahkan mendorong garis pertahanan hingga mendekati setengah lapangan. Borneo FC terlihat menguasai jalannya pertandingan dan lebih banyak menekan pertahanan Persija.
Namun, persoalan yang sama kembali muncul. Borneo FC kesulitan mengubah dominasi dan peluang menjadi gol. Sementara Persija memilih bermain lebih aman dengan memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik.
Hingga peluit panjang berbunyi, Borneo FC tetap gagal mencetak gol. Persija pun membawa pulang kemenangan 1-0 dari Stadion Segiri.
Kekalahan ini membuat Borneo FC menjadi tim kedua yang menelan kekalahan di kandang dari enam pertandingan Super League 2026/2027 yang telah bergulir sejak Jumat (4/9/2026).
Bagi Mauro Jeronimo, hasil tersebut menjadi awal yang kurang ideal dalam debut resminya bersama Pesut Etam.
Penulis : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
