Di Tengah Ancaman El Nino “Godzilla”, Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 10 Bulan Kedepan
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memastikan kesiapan stok pangan nasional di tengah ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino “Godzilla”.
Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Kamis (18/6/2026), pemerintah mengklaim cadangan beras nasional dalam kondisi aman, bahkan disebut mampu mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
Mentan Amran menyebut cadangan beras pemerintah mencapai sekitar 5,2 juta ton per Juni 2026. Jika ditambah stok di sektor swasta seperti hotel, rumah tangga, dan restoran, total ketersediaan diperkirakan mencapai 12,5 juta ton.
“Kalau kita hitung konservatif, stok ini cukup sampai 10 bulan ke depan, atau hingga April,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap potensi risiko besar akibat El Nino ekstrem yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pertanian mengklaim telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, hingga program pompanisasi dan optimalisasi lahan.
Selain itu, program cetak sawah baru juga terus dilanjutkan untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.
“Semua ini untuk memitigasi risiko. Insyaallah pangan aman,” tegas Amran.
Di sektor peternakan, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga, khususnya telur dan ayam, dengan mendorong peningkatan konsumsi melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar harga tidak anjlok di tingkat peternak.
Sementara itu, pemerintah juga mempercepat program hilirisasi sektor hortikultura, termasuk komoditas strategis seperti kopi, kelapa, dan tebu.
Dalam upaya memperkuat sektor pertanian, pemerintah menggelontorkan bantuan hingga Rp3,2 triliun pada 2026, setelah sebelumnya mencapai Rp2 triliun pada 2025. Bantuan tersebut mencakup alat mesin pertanian, pembangunan sawah, hingga dukungan langsung ke petani.
Meski pemerintah optimistis stok pangan aman, ancaman El Nino ekstrem tetap menjadi ujian serius. Ketahanan pangan nasional kini sangat bergantung pada efektivitas mitigasi di lapangan, bukan sekadar kecukupan angka di atas kertas.
Sumber : Setneg
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
