Turki Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Paraguay

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Turki menjadi tim terbaru yang harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Paraguay dalam laga Grup D di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6/2026) WIB.

Gol semata wayang Paraguay dicetak Matias Galarza saat pertandingan baru berjalan 64 detik. Gol tersebut sekaligus menjadi yang tercepat sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Paraguay langsung menekan sejak awal pertandingan. Berawal dari keberhasilan Andres Cubas merebut bola di lini tengah, Julio Enciso kemudian mengirim umpan kepada Galarza yang tanpa ragu melepaskan tembakan kaki kiri. Bola meluncur melewati sela kaki Merih Demiral sebelum bersarang di gawang Turki yang dijaga Ugurcan Cakir.

Tertinggal cepat membuat Turki meningkatkan intensitas serangan. Mert Muldur sempat nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan yang membentur mistar dan tiang gawang.

Menjelang turun minum, situasi berubah ketika Paraguay harus bermain dengan 10 orang. Miguel Almiron mendapat kartu merah setelah terlibat konfrontasi yang melanggar aturan baru FIFA terkait tindakan menutupi mulut saat perselisihan di lapangan.

Unggul jumlah pemain membuat Turki menguasai jalannya babak kedua. Namun berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.

Hakan Calhanoglu melepaskan tendangan voli yang melenceng tipis dari sasaran. Deniz Gul juga membuang peluang emas melalui sundulan jarak dekat. Sementara Kenan Yildiz yang biasanya menjadi andalan lini serang Turki juga gagal menemukan ketajamannya.

Meski terus ditekan sepanjang babak kedua, Paraguay mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini menghidupkan kembali peluang Paraguay untuk lolos ke babak berikutnya. Mereka kini mengoleksi tiga poin dan akan menghadapi Australia pada laga terakhir fase grup, 25 Juni mendatang.

Sebaliknya, kekalahan kedua beruntun membuat Turki dipastikan tersingkir dari persaingan Grup D setelah belum meraih satu poin pun dari dua pertandingan.

Pelatih Turki Vincenzo Montella meminta para pemainnya tetap tegar meski harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal.

“Mereka harus keluar dari ruang ganti dengan perasaan sedih karena kami semua memang sedih. Tetapi mereka juga harus keluar dengan kepala tegak. Tidak ada yang bisa disesalkan dari komitmen maupun sikap mereka. Saya yakin pelajaran dari kekecewaan ini akan membuat kami menjadi tim yang lebih baik ke depannya,” kata Montella.***

Penulis: Donny Moslem/FIFA Website

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses