Dinsos Balikpapan dan PLN Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kepala Dinsos Balikpapan Arfiansyah

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Kota Balikpapan dan PT PLN dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), puluhan penyandang disabilitas mendapatkan pelatihan peningkatan produktivitas usaha mikro melalui keterampilan ecoprint.

Program yang digelar pada 2026 ini menjadi salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas dengan membekali mereka keterampilan yang memiliki nilai jual.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepercayaan diri peserta agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas dan kesempatan berusaha.

“Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Mereka memiliki potensi yang sama untuk berkembang apabila diberikan akses, pendampingan, dan kesempatan,” ujar Arfiansyah, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan PT PLN menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan yang inklusif. Program TJSL diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada pendampingan usaha hingga perluasan akses pemasaran produk hasil karya peserta.

Ecoprint dipilih karena merupakan produk kerajinan ramah lingkungan yang memanfaatkan motif alami dari dedaunan dan bunga pada kain. Produk tersebut memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kreatif berbasis lingkungan.

Arfiansyah menambahkan, penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Karena itu, mereka harus memperoleh kesempatan yang setara untuk meningkatkan kualitas hidup, termasuk melalui pengembangan usaha produktif.

Sementara itu, melalui Program TJSL, PT PLN menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM baru yang mandiri, produktif, dan mampu bersaing di pasar.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap program serupa terus diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan mengembangkan potensi, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkeadilan hanya dapat terwujud ketika seluruh lapisan masyarakat diberi ruang yang sama untuk tumbuh dan berkarya.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses