13 Desa di Kaltim Belum Berlistrik PLN, Layanan Internet Gratis Terkendala

Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi
Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan layanan internet hingga pelosok desa masih menghadapi kendala serius. Sebanyak 13 desa yang menjadi lokasi layanan internet belum teraliri listrik PLN, sehingga akses internet belum dapat beroperasi secara optimal.

Persoalan tersebut menjadi fokus rapat koordinasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim di Kantor Dinas ESDM, Kamis (16/7/2026).

Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan, berdasarkan laporan penyedia layanan internet, sejumlah titik yang telah dipasang perangkat internet masih terkendala pasokan listrik.

“Masukan dari teman-teman vendor, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian titik koordinat memang belum teraliri listrik. Kami berharap Dinas ESDM dan PLN dapat bersinergi agar titik layanan internet di desa yang telah ditetapkan juga mendapat pasokan listrik,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov.

Internet Sudah Dipasang, Tapi Masih Bergantung Genset

Ririn menjelaskan, Pemprov Kaltim tetap menghadirkan akses internet di desa-desa yang belum terjangkau listrik PLN dengan memanfaatkan genset, layanan satelit Starlink, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Namun, perangkat internet hanya dapat beroperasi saat sumber listrik menyala sehingga masyarakat belum bisa menikmati layanan selama 24 jam.

“Kami tetap memasang internet meskipun belum dialiri listrik PLN. Namun perangkat sering dimatikan mengikuti jam operasional genset. Karena itu kami berharap dukungan dari PLN agar layanan internet dapat beroperasi lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Empat Desa Masih Menunggu Program Listrik Desa

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengungkapkan hasil sinkronisasi data bersama Diskominfo menunjukkan masih terdapat 23 desa yang belum terpasang layanan internet, dengan 13 desa di antaranya belum menikmati listrik PLN.

Dari jumlah tersebut:

  • 9 desa telah masuk Program Listrik Desa (Lisdes).
  • 4 desa lainnya masih menunggu pelaksanaan Program Lisdes pada tahap berikutnya.

Menurut Bambang, pembangunan jaringan listrik di kawasan pedalaman masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses yang sulit hingga proses perizinan karena jalur jaringan melintasi kawasan hutan.

Sebanyak 44 Desa Masuk Target Lisdes 2027

Pemprov Kaltim menargetkan 44 desa menjadi sasaran Program Listrik Desa pada 2027.

Sembilan desa yang dijadwalkan mendapat pembangunan jaringan listrik meliputi:

  • Long Duhung
  • Pulau Miang
  • Tanjung Pagar
  • Ujoh Halang
  • Betung
  • Dasaq
  • Muara Geloan
  • Penawang
  • Kelompok Baru

Melalui sinergi antara Diskominfo, Dinas ESDM, PLN, dan penyedia layanan internet, pemerintah berharap pembangunan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan dapat berjalan beriringan sehingga masyarakat di pelosok Kalimantan Timur dapat menikmati akses internet yang stabil sebagai bagian dari pemerataan layanan publik dan percepatan transformasi digital.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses