Disnaker Balikpapan Fokus Tingkatkan Kompetensi 5.000 Pencari Kerja

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai memperkuat strategi peningkatan kualitas tenaga kerja di tengah masih tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Hingga akhir Juli 2026, sekitar 5.000 pencari kerja telah tercatat melalui layanan kartu AK-1.

Jumlah tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan di Kota Balikpapan. Namun, pemerintah menilai persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya diselesaikan dengan membuka informasi lowongan.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan peningkatan kompetensi menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan agar pencari kerja memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan.

“Yang diawali dengan pendataan pencari kerja melalui AK-1. Sampai akhir Juli, sudah ada kurang lebih 5.000 pencari kerja yang tercatat,” kata Adamin, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, pendataan melalui kartu AK-1 menjadi langkah awal untuk mengetahui masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Data tersebut kemudian dapat digunakan pemerintah sebagai bahan dalam menyusun kebijakan dan program ketenagakerjaan.

Namun, keberadaan data pencari kerja belum otomatis membuat seluruh masyarakat dapat terserap ke dunia kerja. Adamin menyebut masih terdapat pencari kerja yang belum memiliki kompetensi maupun persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

“Tidak semua pencari kerja bisa langsung terserap. Karena itu, kami berupaya memberikan pelatihan, meskipun jumlahnya masih terbatas,” ujarnya.

Pelatihan menjadi salah satu instrumen yang digunakan Disnaker untuk mempersempit kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha. Selain keterampilan, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai bukti kemampuan saat mengikuti proses rekrutmen.

Disnaker juga terus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan melalui kegiatan job fair. Kegiatan tersebut dinilai penting karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi lowongan secara langsung.

Akses Terhadap Lowongan

Di sisi lain, job fair juga memberikan manfaat bagi perusahaan. Dunia usaha dapat mencari kandidat yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan tanpa harus membuka proses pencarian tenaga kerja secara terpisah.

Adamin mengatakan pendekatan tersebut perlu dilakukan secara bersamaan. Pembukaan akses terhadap lowongan pekerjaan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pencari kerja agar peluang penyerapan menjadi lebih besar.

Salah satu program pelatihan yang diselenggarakan Disnaker telah selesai pada April 2026. Ke depan, pelatihan akan terus diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Penguatan kompetensi juga tidak hanya menyasar pencari kerja. Disnaker Balikpapan turut menjalankan program peningkatan produktivitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut kini telah memasuki angkatan kedua.

Peningkatan produktivitas UMKM diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha dan pekerjaan baru.

Dengan jumlah pencari kerja yang terus dipantau melalui AK-1, Disnaker Balikpapan berupaya membangun kebijakan ketenagakerjaan berbasis data. Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memastikan pencari kerja memiliki kemampuan yang semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kompetensi, memperbesar peluang pencari kerja terserap perusahaan, serta memperkuat kualitas tenaga kerja lokal di tengah persaingan pasar kerja yang semakin dinamis.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses