Dukung Komunitas Penyintas Stroke, Dorong Akses Layanan dan Pusat Rehabilitasi

Audiensi Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) dengan Pemkot Balikpapan.(Foto:Inibalikpapan.com/Ist)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI), sebuah komunitas yang mewadahi warga penyintas stroke.


Pertemuan tersebut diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, M.Kes, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap kelompok rentan tersebut.


Dalam audiensi itu terungkap bahwa PPSI Balikpapan saat ini memiliki sekitar 130 anggota terdaftar. Namun, jumlah penyintas stroke di kota ini diyakini jauh lebih besar.

Karena itu, komunitas tersebut mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan untuk memperoleh data jumlah warga yang pernah mengalami stroke, guna memperluas jangkauan keanggotaan dan layanan pendampingan.


“Komunitas ini menjadi ruang penting bagi para penyintas untuk saling menguatkan dan berbagi pengalaman pemulihan,” ujar Andi Sri Juliarty. 


Ia menilai keberadaan PPSI sebagai inisiatif positif yang perlu didukung, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitas.Sejumlah kegiatan rutin telah dijalankan komunitas ini, antara lain terapi berbasis olahraga dan pemanfaatan air laut yang dilakukan di kawasan Pantai Kilang Mandiri. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan fisik sekaligus mental bagi para anggota.


Lebih jauh, PPSI juga menggagas pembangunan “rumah sehat stroke”, yakni pusat rehabilitasi terpadu bagi pasien pascastroke. Fasilitas ini dirancang untuk membantu penyintas yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, baik karena faktor jarak maupun kondisi sosial ekonomi.


Menurut Andi, gagasan tersebut sejalan dengan visi pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan inklusif. “Ini bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga tentang pemulihan dan kualitas hidup,” katanya.


Selain itu, isu aksesibilitas juga menjadi perhatian utama. Para penyintas stroke yang tergolong difabel masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam transportasi publik. Kemudahan akses terhadap angkutan kota maupun bus menjadi kebutuhan mendesak agar mereka dapat beraktivitas secara mandiri.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Andi, akan mengkaji berbagai bentuk dukungan yang dapat diberikan, termasuk integrasi program dengan layanan kesehatan dan transportasi publik.

Saat ini, PPSI Balikpapan tercatat sebagai satu-satunya cabang di Kalimantan Timur. Ke depan, diharapkan kehadirannya dapat menjadi model bagi daerah lain dalam membangun ekosistem dukungan bagi penyintas stroke.

“Yang mereka butuhkan bukan hanya layanan medis, tetapi juga ruang untuk hidup kembali secara bermakna,” tugkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses