Efisiensi Anggaran, Proyek Depo Kontainer Rp190 Miliar dan Terminal Baru Tengah Balikpapan Ditunda ke 2027
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Ambisi penataan sistem transportasi logistik dan penumpang di Balikpapan harus sedikit tertahan. Sejumlah proyek strategis milik Dinas Perhubungan (Dishub) terpaksa dijadwalkan ulang akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah pada tahun 2026.
Dua proyek besar yang terdampak adalah pembangunan Depo Kontainer di Kariangau KM 13 dan Terminal Koridor di Baru Tengah. Meski tertunda, pemerintah memastikan perencanaan teknis telah matang dan siap dieksekusi.
Perencanaan Matang, Eksekusi Menunggu Fiskal
Sekretaris Dishub Balikpapan, Sayektiningsih, menjelaskan bahwa dokumen perencanaan seperti Detail Engineering Design (DED) untuk kedua proyek tersebut sebenarnya sudah rampung. Penundaan murni disebabkan oleh pergeseran prioritas belanja daerah.
“Program ini tidak dibatalkan. Secara perencanaan sudah siap, hanya saja belum bisa direalisasikan tahun ini karena adanya efisiensi anggaran,” ungkap Sayektiningsih, Sabtu (25/4/2026).
Saat ini, Dishub mengalihkan fokus pada program keselamatan jalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti:
- Pemasangan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
- Pemasangan fasilitas keselamatan jalan (kaca cembung dan rubber set) di titik rawan kecelakaan.
Depo Kontainer KM 13: Kunci Atasi Macet Kendaraan Berat
Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, memberikan sinyal bahwa proyek-proyek tersebut akan masuk dalam pagu anggaran 2027. Proyek Depo Kontainer di Kariangau sendiri diperkirakan menelan biaya fantastis, yakni sekitar Rp190 miliar.
Angka tersebut dinilai sebanding dengan dampak positif yang akan dihasilkan. Depo ini dirancang untuk:
- Mengurai Kemacetan: Menata arus kendaraan bertonase besar agar tidak menumpuk di jalan utama.
- Pusat Logistik Terpadu: Menjadi pusat bongkar muat yang lebih terorganisasi.
- Dongkrak PAD: Berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah baru dari sektor layanan logistik.
“Keputusan hasil RDP (Rapat Dengar Pendapat) menyepakati beberapa program prioritas, termasuk depo kontainer dan terminal koridor, akan dilanjutkan pada 2027,” tegas Ari Sanda.
Langkah Realistis di Tengah Tekanan Fiskal
Penundaan ini mencerminkan sikap pragmatis pemerintah kota dalam menjaga keseimbangan neraca keuangan. Di tengah keterbatasan anggaran, pemeliharaan aset transportasi yang sudah ada dan jaminan keselamatan jalan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Pemerintah kota berharap masyarakat dapat memahami langkah efisiensi ini, sembari memastikan bahwa pondasi transportasi jangka panjang tetap berjalan sesuai rencana besar pembangunan kota.
BACA JUGA
