Nurlena Rahmad Mas'ud

Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan Akan Tiru Labuan Baju untuk Kembangkan Wisata Bahari

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan kini tengah mengembangkan Wisata Bahari di Teluk Balikpapan. Mengingat Teluk Balikpapan juga bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahkan warga Kota Balikpapan kini tak perlu jauh-jauh ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena kini di Teluk Balikpapan sudah ada Layar Phinisi Balikpapan yang didatangkan langsung dari Labuan Bajo.

Dengan Layar Phinisi Balikpapan sudah bisa menikmati sunset maupun keindahan alam di Teluk Balikpapan. Harga tiketnya bahkan cukup terjangkau yakni Rp 165.000 per pax.

Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan melakukan study ke Labuan Bajo untuk mempelajari beberapa hal terkait pariwisata bahari. Khsusunya dalam mendukung pengembangan UMKM.

“Labuan Bajo adalah belajar untuk study tiru. Bagaimana kita menerapkan wisata kita,dalam hal ini kapal Phinisi,” ujar Ketua Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud kepada awak media, Sabtu (22/10/2022).

Dalam kunjungannya ke Labuan Bajo, Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan juga membawa serta pelaku UMKM. Termasuk juga produk-produk  hasil kerajinan dari pelaku UMKM Balikpapan.

“Kebetulan kita membawa UMKM nya dari Balikpapan ada tas, kalung kita bawa dan gelang-gelang manik-manik. Saya bawa pengrajin dari Kebun Sayur. Jadi 2 orang yang saya bawa,” ujarnya.

Produk-produk kerajinan yang dibawa coba ikut ditawarkan kepada para wisatawan. Ternyata cukup digemari  diantaranya manik-manik ataupun batu-batuan, hingga ludes.

“Mereka sangat senang dengan batu-batu, manik-manik. Disana yang kita lihat emang tenun, mereka promosikan tenun modelnya sarung yang lebar,” katanya.

Hanya saja untuk menikmati wisata bahari biaya yang dikeluarkan cukup besar yakni lebih dari Rp 1 juta lebih per orang per hari. “Tapi kami karena one day saja jadi satu juta sekian,” ujarnya

Baca juga ini :  Presiden Jokowi Resmikan SPAM Wae Mese II untuk Kebutuhan Air Bersih Bagi 40 Ribu Warga Labuan Bajo

“Kita berangkatnya jam 6 pagi pulangnya jam 8 malam. Karena memang sesuai kita menikmati alamnya durasi kecepatan kapal lambat memang.”

Yang menarik untuk dicontoh yakni soal SOP. Nurlena menjelaskan, SOP di kapal Phinisi sangat ketat. Karena tidak boleh melebihi kapasitas. Sehingga dia berharap, hal itu juga diterapkan di Layar Phinisi Balikpapan.

“Ternyata disana itu SOP nya sangat ketat. Misalnya kapal itu kapasitasnya cuma 20 orang, saya minta tambah 1 saja itu tidak boleh. Itu yang harus kita terapkan di Kota Balikpapan tidak boleh melebih kapasitas dari kapal itu sendiri,”tandasnya.

“Menjaga keamanan, kita menyelamatkan tamu yang datang. Jangan sampai terjadi yang tidak kita inginkan. Mungkin juga kesiapan safetynya. Kalau kamar itu dia cuma untuk 9 orang , lebih dari pada itu gak boleh.”tukasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.