Gebyar PAUD Balikpapan Diikuti 2.300 Anak, Jadi Ruang Pembentukan Karakter Sejak Dini
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Gebyar PAUD Balikpapan 2026 diikuti sekitar 2.300 anak usia dini dan menjadi salah satu momentum terbesar pendidikan anak di kota ini. Kegiatan yang digelar di BSCC Dome, Senin (20/4/2026), tak hanya meriah, tapi juga menegaskan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini.
Ribuan anak terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari lomba mewarnai, fashion show, hingga pertunjukan seni dan tari. Jika ditambah orang tua dan keluarga yang mendampingi, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai empat kali lipat.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Himpaudi, serta lembaga PAUD se-Kota Balikpapan.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pembentukan Karakter Anak
Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan kegiatan ini menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengenal budaya dan membangun kepercayaan diri sejak dini.
“Melalui kegiatan melukis dan mewarnai, anak-anak kita diajak mengenal lingkungan dan budaya lokal. Ini penting agar sejak dini mereka memiliki rasa cinta terhadap daerahnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fashion show sebagai sarana mengenalkan keberagaman. Anak-anak tampil dengan busana dari berbagai suku, mencerminkan Balikpapan sebagai kota multikultural.
“Balikpapan ini adalah miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenal dan menghargai perbedaan,” jelas Nurlena.
Pemkot Dorong PAUD Jadi Fondasi Pendidikan Utama
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan PAUD memiliki peran lebih luas dibanding sekadar belajar membaca dan menulis.
“Di PAUD, anak-anak belajar berpikir, bersosialisasi, dan membangun kebiasaan baik. Mereka juga diberi ruang untuk mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan kreatif,” ujar Irfan.
Pemkot Balikpapan juga tengah menyiapkan kebijakan penguatan PAUD yang akan mulai disosialisasikan pada 2026 dan diterapkan pada 2027. Salah satu fokusnya adalah mendorong orang tua agar memilih PAUD sebagai pendidikan awal anak.
Tingginya partisipasi dalam Gebyar PAUD tahun ini, kata Irfan, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa pendidikan usia dini bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi penting bagi masa depan anak.
BACA JUGA
