Hari Anak Nasional, Bagus Ajak Orang Tua Bangun Komunikasi Terbuka dengan Anak
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak melalui penguatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, usai mengikuti Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak yang dirangkaikan dengan kegiatan advokasi perlindungan anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Tri Seno Aji, Sp.OG serta psikolog Patricia Rahmawati. Keduanya memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini, mulai dari kasus kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), hingga pengaruh media digital dan lingkungan pergaulan.
Bagus Susetyo menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama sekaligus benteng utama dalam membentuk karakter dan menjaga anak dari berbagai ancaman.
“Anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, orang tua harus membangun komunikasi yang terbuka, memberikan perhatian, pendidikan agama, pendidikan karakter, serta menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita,” kata Bagus, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak menjadi langkah awal untuk mencegah berbagai persoalan. Dengan hubungan yang baik, anak akan lebih mudah menyampaikan kesulitan yang dihadapi sehingga orang tua dapat memberikan pendampingan sejak dini.
“Jangan sampai anak merasa takut atau sungkan untuk berbicara dengan orang tuanya. Ketika komunikasi terjalin baik, berbagai persoalan bisa diketahui lebih cepat dan kita dapat mencari solusi bersama,” ujarnya.
Bagus juga mengingatkan bahwa anak-anak menghabiskan cukup banyak waktu di lingkungan sekolah dan pergaulan. Karena itu, guru memiliki peran penting sebagai pendamping yang mampu mengenali perubahan perilaku peserta didik.
“Guru juga menjadi bagian penting dalam perlindungan anak. Jika ada perubahan perilaku atau tanda-tanda anak mengalami masalah, komunikasi dengan orang tua harus segera dilakukan agar penanganannya lebih cepat,” jelasnya.
Jadi Fondasi Utama
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Pada momentum Hari Anak Nasional, Bagus turut menyampaikan pesan kepada seluruh anak di Kota Balikpapan. Agar terus menjadi generasi yang beriman, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta berani meraih cita-cita.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah takut menyampaikan apa yang kalian rasakan kepada orang-orang yang dipercaya. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Balikpapan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak tidak memendam persoalan yang dihadapi, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan pergaulan.
“Kami ingin setiap anak di Balikpapan tumbuh dengan bahagia, sehat, cerdas, dan terlindungi. Tidak ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi masalah. Komunikasi yang terbuka adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka,” tegas Bagus.
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Layak Anak melalui berbagai program yang berfokus pada pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan. Serta penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
