Hingga akhir Juli 2022, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak telah mencapai 60 persen dari target sebesar Rp 630 miliar.

Hingga Akhir Juli Pajak Daerah Capai 60 Persen, Banyak Tumbuh Restauran dan Cafe Baru

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Hingga akhir Juli 2022, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak telah mencapai 60 persen dari target sebesar Rp 630 miliar.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Muhammad Idham mengatakan, geliat ekonomi terlihat meskipun masih pandemi COVID-19.

“Per akhir Juli ini, hampir Rp 400 miliar. Pajak daerah target Rp 630 miliar, dari 11 item pajak daerah,” ujar Idham kepada awak media di Balai Kota pada Senin (01/08/2022).

Menurut dia, sudah ada beberapa pajak daerah yang telah mencapai target, diantaranya hotel, restauran, reklame hingga hiburan. Sehingga dia pun optimis, capai target akhir tahun.

“Paling tinggi pertumbuhan restauran, cafe, rumah makan dan hiburan, jadi kita optimis,” ujarnya.

Kata dia, justru belakangan banyak hadir restauran, cafe hingga rumah makan yang baru. “Banyaknya kuliner baru sekarang, banyaknya orang makan ramai-ramai,” ujarnya.

Idham ada beberapa pajak daerah yang telah mencapai target. Diantaranya pajak hotel, restoran, reklame hingga pajak hiburan. Sehingga dia pun optimis, capai target akhir tahun.

Diakui tingkat komsumsi dan hiburan menyumang cukup tinggi pada capai pajak daerah. 

“Paling tinggi pertumbuhan restoran, cafe, rumah makan dan hiburan, jadi kita optimis bisa mencapai target 2022 ini,” katanya.

Bahkan di kota Minyak yang menjadi penyangga IKN ini,  bermunculan restoran, cafe hingga rumah makan yang baru.

“Banyaknya kuliner baru sekarang, banyaknya orang makan ramai-ramai. Doakan ya bisa mencapai target tahun ini. Masih ada 5 bulan lagi insyaallah bisa sampai,” ujarnya.

Sektor pajak lainya yang kemungkin mengeliat yakni PBB dan BPHTB. Idham juga menyinggung untuk Pajak Bumi Bangunan mulai mengalami peningkatan. Karena sudah masuk pertengahan tahun. Puncak pembayaran PBB biasanya  pada September.

Baca juga ini :  Dalam 2 Hari Sebanyak 611 Kasus Positif Baru Covid-19 di Kaltim, Ini Sebabnya

“Kenaikan pembayaran PBB sudah mulai terasa dari Juli. Jadi, akan kami optimalkan dengan mengingatkan warga jangan bayarnya pada akhir tahun,” imbuhnya.

Idham mengingatkan kembali agar warga bisa membayar PBB sebelum jatuh tempo. Sehingga, tidak ramai dan menumpuk sekaligus di loket atau di bank.

Karena itu melalui  peran ketua RT sebagai agen pembayaran PBB. Pihaknya berharap pembayaran PBB bisa lebih awal dan dapat menggunakan QRIS. Semua untuk memudahkan masyarakat dalam membayar PBB.

“Kita sudah kerjasama dengan Ketua RT agar mengingatkan warganya untuk pembayaran PBB jangan menunggu jatuh tempo. PBB juga termasuk cukup besar pendapatan pajak  kita,” tukasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.