Krisis Air Membayangi Balikpapan, Pemkot Siapkan Solusi Konkret Lewat Kolaborasi Internasional
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Ancaman krisis air bersih di Balikpapan kembali jadi perbincangan. Di tengah kebutuhan yang terus meningkat, pemerintah kota mulai menggandeng pihak internasional untuk mencari solusi jangka panjang.
Kolaborasi dengan Singapore Water Center yang difasilitasi Bank Dunia menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat ketahanan air. Terutama dalam menjawab keterbatasan sumber air baku yang selama ini warga rasakan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Balikpapan dalam Singapore International Water Week, di mana berbagai persoalan pengelolaan air di kota ini hadir di forum global.
Lead Water Specialist sekaligus Head of Singapore Water Center, Jean-Martin Brault, menjelaskan bahwa peran pihaknya adalah menjembatani pertukaran pengetahuan antara Singapura dan Balikpapan. Fokus utama meliputi pengelolaan air hujan (stormwater), penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions), serta penyusunan strategi ketahanan air jangka panjang.
Masalah air di Balikpapan bukan sekadar isu teknis, tetapi langsung berdampak ke kehidupan sehari-hari warga. Mulai dari distribusi yang belum merata hingga ketergantungan pada sumber terbatas.
Senada dengan itu, Irma Setiono menegaskan bahwa kerja sama ini masih berada pada tahap awal berupa bantuan teknis dan pertukaran pengetahuan. Hasil dari lokakarya yang telah terlaksana harapnya dapat menjadi dasar penyusunan peta jalan (road map) pengelolaan air di Balikpapan.
“Dari road map tersebut, akan terlihat langkah konkret yang bisa dilakukan dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang. Termasuk potensi kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun dukungan pendanaan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Keterlibatan para ahli internasional, seperti Tan Nguan Seng dan Yimin Zhou dari National University of Singapore, turut memperkaya perspektif dalam perencanaan strategi tersebut. Pengalaman Singapura dalam mengelola keterbatasan air relevan dengan kondisi Balikpapan yang menghadapi tantangan serupa.
Di sisi lain, pemerintah juga menilai kerja sama ini mampu menekan beban anggaran daerah. Bantuan teknis yang diberikan disebut dapat menghemat biaya hingga ratusan juta rupiah jika harus dilakukan secara mandiri.***
BACA JUGA
