Berkah Musim Haji, UMKM Lokal Raup Rezeki 

Hamid Pedagang Perlengkapan Haji

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Musim haji kembali membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Balikpapan.

Di tengah kesibukan keberangkatan jemaah calon haji melalui Embarkasi Balikpapan, pedagang perlengkapan ibadah musiman turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi, meski penghasilan disebut relatif stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Salah satunya dirasakan Hamid, pedagang perlengkapan haji yang setiap tahun rutin membuka lapak di sekitar kawasan keberangkatan jemaah. Bagi Hamid, musim haji bukan sekadar momentum spiritual bagi para tamu Allah, tetapi juga kesempatan mencari nafkah halal melalui kebutuhan para calon jemaah.


“Alhamdulillah, tiap tahun saya jualan di sini. Untuk penghasilan rata-rata standar saja seperti biasa, tapi tetap bersyukur karena selalu ada pembeli,” ujar Hamid saat ditemui di lokasi penjualan
,Rabu (29/4/2026).


Menurutnya, produk yang paling banyak dicari jemaah, khususnya perempuan, adalah perlengkapan penunjang ibadah praktis yang mudah digunakan selama di Tanah Suci. Mulai dari kaos kaki, sarung tangan salat, handsock, kacamata, kaos dalaman, hingga dalaman jilbab menjadi barang yang paling laris.


“Yang paling banyak dicari perlengkapan perempuan, seperti kaos kaki, sarung tangan salat, handsock, sampai dalaman jilbab. Pembeli biasanya pilih sesuai bahan dan kenyamanan,” jelasnya.


Hamid menuturkan, variasi harga tergantung kualitas bahan yang ditawarkan. Ia berusaha menyediakan pilihan yang terjangkau namun tetap nyaman digunakan, mengingat para jemaah membutuhkan perlengkapan yang sesuai untuk aktivitas ibadah dalam waktu panjang.


Di luar musim haji, Hamid sehari-hari berjualan di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Namun ketika musim keberangkatan tiba, ia memanfaatkan momen tersebut dengan berpindah sementara ke area embarkasi demi menjangkau kebutuhan calon jemaah secara langsung.


Fenomena ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi dari musim haji tidak hanya dirasakan sektor transportasi dan jasa besar, tetapi juga menghidupkan denyut usaha rakyat kecil. 


Kehadiran pedagang seperti Hamid menjadi bagian penting dari ekosistem pelayanan jemaah, sekaligus bukti bahwa ibadah akbar tahunan juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Dengan kesederhanaan dan ketekunannya, Hamid menjadi gambaran nyata bagaimana UMKM lokal tetap bertahan, memanfaatkan peluang, dan menjaga harapan di tengah arus besar musim haji bahwa di setiap perjalanan suci, selalu ada ruang rezeki bagi mereka yang tekun berusaha.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses