Balikpapan Siapkan Program Siswa Menanam, Karakter Anak Dibentuk dari Sekolah
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Balikpapan tak ingin pendidikan karakter berhenti di ruang kelas. Gagasan baru muncul: siswa didorong menanam dan merawat tanaman di sekolah agar disiplin, bertanggung jawab, serta peduli lingkungan sejak dini.
Penguatan karakter generasi muda menjadi sorotan dalam diskusi pemerintahan umum, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan yang digelar di Balikpapan belum lama ini.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, menilai pembinaan karakter perlu langkah nyata, bukan sekadar imbauan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan aturan turunan seperti Peraturan Wali Kota (Perwali) atau Peraturan Bupati (Perbup) agar program berjalan konsisten di sekolah.
Siswa Tak Hanya Belajar, Tapi Juga Merawat Tanaman
Salah satu gagasan yang mencuat ialah kewajiban siswa menanam dan merawat tanaman menggunakan media sederhana seperti planter bag di lingkungan sekolah.
Program ini dinilai bukan semata soal panen, tetapi membangun kebiasaan baik.
“Jangan hanya lihat tanamannya. Lihat nilai yang tumbuh dari prosesnya. Ada disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, sampai rasa cinta pada pangan dan tanah air,” ujar Akmal Malik.
Bagi banyak orang tua, kegiatan seperti ini bisa menjadi cara sederhana agar anak lebih dekat dengan alam dan belajar tanggung jawab dari hal kecil.
Aturan Harus Jalan, Bukan Sekadar Dokumen
Akmal menegaskan kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas. Karena itu, evaluasi rutin minimal setiap tiga bulan dinilai penting agar sekolah benar-benar menjalankan program.
Dengan pengawasan berkala, sekolah bisa mengetahui mana program yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.
Selain kebun sekolah, pembinaan karakter juga bisa dikaitkan dengan pelestarian mangrove di kawasan pesisir Balikpapan.
Penanaman mangrove dinilai memberi manfaat ganda: menjaga pantai dari abrasi sekaligus mendukung ekosistem perairan yang penting bagi ketahanan pangan.
Bagi kota pesisir seperti Balikpapan, langkah ini dinilai relevan karena menyentuh pendidikan sekaligus lingkungan.
Jika dijalankan serius, Balikpapan berpeluang menjadi pelopor pendidikan karakter berbasis lingkungan di Kalimantan Timur.
Bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi muda yang terbiasa bekerja, peduli alam, dan siap menyongsong masa depan daerah.***
BACA JUGA
