Festival Literasi Kaltim 2026 Digelar Tiga Pekan, Hadirkan 100 Penerbit dan Ribuan Buku Murah
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan Festival Literasi Kalimantan Timur 2026 yang akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 27 Agustus hingga 20 September 2026. Festival ini diproyeksikan menjadi salah satu ajang literasi terbesar di daerah dengan menghadirkan sekitar 100 penerbit dan ribuan koleksi buku berharga terjangkau.
Persiapan festival mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Kepala DPK Kaltim Lisa Hasliana, Selasa (4/8/2026).
Lisa mengatakan, DPK Kaltim menggandeng Penerbit Mizan untuk menghadirkan ratusan penerbit nasional sehingga masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap buku-buku berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan pameran dan bazar buku murah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas, pegiat literasi, akademisi, dan perangkat daerah untuk menghadirkan kegiatan yang menarik dan edukatif,” ujar Lisa, dikutip dari laman Pemprov.
Festival Literasi Kaltim 2026 akan dipusatkan di kawasan Convention Hall GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, dengan konsep yang lebih interaktif dan inklusif.
Tak sekadar bazar buku, pengunjung juga akan disuguhkan beragam kegiatan edukatif seperti bedah buku, gelar wicara (talkshow), lomba bertutur, pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), hingga pertunjukan karya-karya literasi.
Untuk memperluas dampaknya, DPK Kaltim melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta komunitas literasi dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga mendorong perpustakaan menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Festival Literasi Kalimantan Timur 2026, DPK Kaltim menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam meningkatkan kecakapan literasi di era digital.
Festival ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
