Investasi Balikpapan Melambat di Awal 2026, Pemkot Tetap Optimistis Capai Rp22 Triliun
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Investasi Balikpapan pada triwulan pertama 2026 tercatat lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan tetap mempertahankan target investasi sebesar Rp22 triliun hingga akhir tahun dan optimistis realisasinya dapat tercapai.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan target investasi tahun ini sengaja dipasang realistis dengan mempertimbangkan berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi dunia usaha.
“Kami tetap menetapkan target Rp22 triliun seperti tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi global saat ini memang cukup menantang sehingga target yang ditetapkan harus realistis,” kata Helmi, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan investasi di Balikpapan sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah berakhirnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar di Kota Minyak.
“Beberapa sumber investasi besar mulai berkurang. Salah satunya karena proyek RDMP sudah memasuki tahap akhir sehingga kontribusinya tidak sebesar beberapa tahun sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, kondisi geopolitik global juga ikut memengaruhi iklim investasi. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berdampak pada kenaikan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian dunia usaha.
“Kondisi perang di Timur Tengah ikut memengaruhi ekonomi global. Dampaknya terasa pada harga BBM dan biaya operasional yang menjadi pertimbangan investor,” jelas Helmi.
Perlambatan investasi mulai terlihat dari capaian triwulan pertama tahun ini. DPMPTSP mencatat realisasi investasi hingga akhir Maret 2026 baru mencapai sekitar Rp3 triliun.
“Kalau dibandingkan target tahunan, realisasi saat ini masih sekitar 15 persen. Memang lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu,” katanya.
Pada triwulan pertama 2025, realisasi investasi Balikpapan mencapai sekitar Rp5 triliun. Sementara hingga akhir tahun lalu total investasi yang masuk berhasil menembus Rp27 triliun atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Optimis Target Tercapai
Meski demikian, Helmi menilai kondisi awal tahun belum bisa dijadikan patokan capaian investasi hingga akhir tahun.
“Biasanya investasi besar masuk pada triwulan ketiga dan triwulan keempat. Karena itu kami masih cukup optimistis target bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Balikpapan. Sektor tersebut dinilai tetap memiliki daya tarik kuat karena didukung infrastruktur dan aktivitas industri yang sudah berkembang.
“Industri pengolahan masih menjadi kontributor utama investasi. Kami melihat sektor ini masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik,” katanya.
Untuk menjaga minat investor, DPMPTSP terus melakukan berbagai langkah percepatan pelayanan dan penyederhanaan proses perizinan.
“Kami terus memberikan kemudahan pelayanan kepada investor. Harapannya investasi yang masuk tetap tumbuh meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil,” tutur Helmi.
Ia berharap capaian investasi tahun ini minimal dapat menyamai realisasi tahun lalu yang mencapai Rp27 triliun.
“Target kami tentu Rp22 triliun bisa tercapai. Kalau realisasinya bisa menyamai atau bahkan mendekati capaian tahun lalu, itu akan menjadi hasil yang sangat baik bagi Balikpapan,” tutupnya.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
