Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat meninjau fasilitas kesehatan mobil ambulans

Jadi Ibu Kota Negara, Pemkot Balikpapan Rubah Paradiga Pelayanan Publik

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Setelah Kaltim dipilih menjadi Ibu kota Negara (IKN), berbagai terobosan dan inovasi khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Pasalnya, Balikpapan menjadi Kota penyangga Ibu Kota Negara.

“Paradigma kita yang penting harus dirubah, untuk berfikir dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Menurut Rizal, dalam memberikan pelayanan publik yang harus diutamakan adalah masyarakat. Dia rupanya tak ingin pelayanan ke masyarakat terhambat hanya karena urusan pribadi. Mengingat tuntutan masyarakat semakin tinggai dalam pelayanan publik.

“Jadi jangan lagi ada alasan seperti sedang ada acara pelayanan menjadi terganggu. Pelayanan harus tetap maksimal, karena tuntutan masyarakat cukup tinggi terkait pelayanan publik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, perubahan paradigma pelayanan publik itu yakni peningkatan pelayanan dengan menerapkan sistem digitalisasi sehingga Kota Balikpapan terlihat lebih maju, karena masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan tidak sulit.

“Jangan sampai kita sudah terapkan Kota Balikpapan kita penyangga yang bersebelahan dengan ibu kota yang serba canggih, di sebelahnya Kota Balikpapan masih kampungan,” ujarnya.

Rizal bahkan, akan membawa aparatur sipil negera (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Balikpapan belajar ke Kota Depok dan Bekasi. Karena kedua daerah itu telah puluhan tahun menjadi daerah penyangga bagi Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara.

“Kita akan belajar (sistem pelayanan publik) ke Bekasi dan Depok, bagaimana keduanya selama ini menjadi kota penyangga bagi Jakarta,” ujarnya.

Kata dia, setelah Kaltim menjadi Ibu Kota Negara, Kota Balikpapan kini menjadi perhatian dunia.

Hal itu terlihat dari hasil kunjungan beberapa perwakilan Kementerian Malaysia yang berkunjung ke Kota Balikpapan, beberapa waktu yang lalu.

“Kalau dulu kita cuma memperhatikan bagaimana kota-kota seperti Depok dan Bekasi menjadi penyangga ibu kota, sekarang giliran kita yang diperhatikan,” ujarnya.

Baca juga ini :  Update 6 Oktober 2021 : Bertambah 54 Kasus Covid-19 di Kaltim, Nol Kasus Kematian

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.