Jangan Khawatir, Begini Cara Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol Naik Ketika Idul Adha

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Idul Adha identik dengan hidangan daging kurban yang melimpah. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang sering menjadi menu wajib di banyak rumah. Namun, konsumsi daging berlebihan tanpa pengaturan yang tepat bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi hingga gangguan kesehatan lainnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan pola makan sehat selama perayaan Idul Adha, terutama saat mengonsumsi daging merah dan makanan tinggi lemak.

Dalam artikel berjudul “6 Tips Sehat Selama Idul Adha”, Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes menyebut masyarakat tetap bisa menikmati hidangan kurban tanpa khawatir kolesterol melonjak, asalkan memperhatikan cara pengolahan dan pola konsumsi.

Pilih Daging yang Rendah Lemak

Kemenkes menyarankan masyarakat memilih bagian daging yang rendah lemak untuk mengurangi asupan kolesterol jahat dalam tubuh.

“Pilih area daging yang rendah lemak,” tulis Kemenkes dalam imbauannya.

Bagian daging dengan lemak berlebih diketahui mengandung lemak jenuh yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol apabila dikonsumsi berlebihan.

Jangan Kalap, Tetap Batasi Porsi

Salah satu kesalahan paling sering saat Idul Adha adalah makan daging secara berlebihan dalam waktu singkat.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga pola makan sehat dan seimbang dengan membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol.

“Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan,” tulis Kemenkes.

Artinya, masyarakat tetap boleh makan sate atau gulai, tetapi perlu mengatur porsinya agar tubuh tidak terbebani lemak dan kalori berlebih.

Perbanyak Sayur dan Buah

Daging sebaiknya tidak dikonsumsi sendirian tanpa serat pendamping. Kemenkes menganjurkan masyarakat memperbanyak buah dan sayur selama Idul Adha.

Serat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh sekaligus memperlancar sistem pencernaan setelah mengonsumsi makanan berat.

“Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur,” tulis Kemenkes.

Tetap Aktif Bergerak

Meski sedang libur dan banyak acara keluarga, aktivitas fisik tetap penting dilakukan agar lemak tidak menumpuk dalam tubuh.

Kemenkes menyarankan masyarakat tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik ringan minimal 30 menit di sela aktivitas hari raya.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, atau olahraga ringan dinilai cukup membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.

Hindari Rokok dan Kurangi Santan Berlebihan

Selain pola makan, kebiasaan merokok juga memperbesar risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, terutama bila dibarengi konsumsi makanan tinggi lemak.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara memasak daging agar lebih sehat, termasuk mengurangi penggunaan santan berlebihan dan minyak berlebih.

Minum Air yang Cukup

Kemenkes turut mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama Idul Adha.

“Tidak lupa untuk cukupi kebutuhan air harian dalam tubuh,” tulis Kemenkes.

Air membantu tubuh menetralisir metabolisme setelah mengonsumsi makanan tinggi protein dan lemak.

Segera Periksa Jika Muncul Keluhan

Bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung, konsumsi daging sebaiknya lebih dibatasi.

Kemenkes meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tinggi kolesterol secara berlebihan.

“Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit saat beraktivitas selama lebaran Idul Adha ataupun setelah makan makanan yang tinggi kolesterol secara berlebihan,” tulis Kemenkes.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses