Jelang Iduladha, Harga Daun Pisang di Balikpapan Naik hingga Rp40 Ribu per Ikat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan daun pisang di sejumlah pasar tradisional Kota Balikpapan mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga, terutama untuk daun pisang kualitas muda yang banyak digunakan masyarakat sebagai pembungkus makanan dan kebutuhan memasak saat perayaan hari besar keagamaan.
Sejumlah pedagang mengaku stok daun pisang di Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, khususnya wilayah Long Kali, Kabupaten Paser. Ketergantungan pasokan itu membuat harga mudah berubah mengikuti biaya distribusi dan ketersediaan barang di tingkat pemasok.
Fitri, salah satu pedagang daun pisang di Balikpapan, mengatakan harga daun pisang saat ini mencapai Rp25 ribu per ikat. Menurut dia, seluruh pasokan dagangannya berasal dari Long Kali karena ketersediaan daun pisang di Balikpapan sangat terbatas.
“Kalau di Balikpapan hampir tidak ada. Semua kiriman dari Long Kali,” ujar Fitri saat ditemui di pasar tradisional, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, harga satu bal daun pisang dari daerah asal kini mencapai sekitar Rp500 ribu. Selain harga barang yang naik, pedagang juga menghadapi kenaikan biaya perlengkapan dagang seperti kantong plastik dan kresek.
“Plastik juga naik. Lumayan terasa bagi pedagang,” katanya.
Stok Masih Kurang
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Happy. Ia menuturkan kenaikan harga daun pisang memang rutin terjadi menjelang Iduladha karena permintaan masyarakat meningkat tajam. Daun pisang biasanya digunakan untuk membungkus daging kurban, membuat ketupat, hingga berbagai olahan tradisional khas hari raya.
“Kalau mendekati Iduladha memang setiap tahun naik. Kita beli sudah mahal, jadi harga jual juga ikut naik,” ucapnya.
Menurut Happy, harga daun pisang kualitas muda saat ini berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per ikat. Sementara daun yang lebih tua dijual sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per ikat.
Ia menambahkan, stok yang tersedia di Balikpapan masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu, para pedagang harus mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah.
“Untuk stok masih kurang. Di sini saja belum mencukupi, jadi harus ambil dari luar lagi,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, permintaan masyarakat disebut tetap tinggi. Pedagang memperkirakan kebutuhan daun pisang akan terus meningkat hingga mendekati puncak perayaan Iduladha pekan depan.***
BACA JUGA
