Pedagang di Balikpapan Mulai Beralih ke Bright Gas, Lebih Mudah Didapat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Ketersediaan elpiji menjadi salah satu penunjang utama keberlangsungan usaha mikro, khususnya bagi pedagang makanan yang setiap hari mengandalkan gas sebagai sumber energi memasak.
Di tengah meningkatnya kebutuhan dan dinamika distribusi elpiji subsidi 3 kilogram, sebagian pelaku usaha di Balikpapan mulai beralih menggunakan Bright Gas, elpiji nonsubsidi yang dinilai lebih mudah diperoleh dan memberikan kepastian pasokan.
Salah satu pelaku usaha yang telah beralih adalah Agnes, pedagang makanan di Balikpapan. Keputusan tersebut diambil setelah ia beberapa kali mengalami kesulitan mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon.
Menurut Agnes, ketersediaan gas melon sering kali tidak menentu. Ketika permintaan meningkat, stok di tingkat pengecer cepat habis. Kalaupun tersedia, harga jual kerap lebih tinggi sehingga menambah beban biaya operasional usaha.
“Kalau gas melon kadang susah dicari. Saat stok langka, harganya juga ikut naik. Sekarang saya beralih ke gas pink karena lebih mudah didapat, harganya masih terjangkau, dan menurut saya isinya terasa lebih awet,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Ia mengaku, sejak menggunakan Bright Gas, aktivitas berdagang menjadi lebih nyaman karena tidak lagi harus menghabiskan waktu mencari tabung gas di berbagai tempat. Kepastian memperoleh bahan bakar membuatnya dapat lebih fokus melayani pelanggan dan menjalankan usaha setiap hari.
Bagi Ibu Agnes, kemudahan akses menjadi nilai lebih dari Bright Gas. Meski merupakan produk nonsubsidi, keberadaan pasokan yang relatif mudah dijangkau dinilai mampu memberikan rasa aman bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan ketersediaan energi secara berkelanjutan.
Ia berharap distribusi Bright Gas di Balikpapan terus diperluas sehingga masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin beralih tidak mengalami kendala memperoleh tabung gas.
“Harapan saya, stok Bright Gas semakin banyak dan tersedia di lebih banyak warung atau pangkalan. Jadi masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkannya dengan mudah,” katanya.
Peralihan sebagian pelaku usaha ke Bright Gas juga menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap elpiji subsidi. Dengan semakin banyak pengguna yang beralih ke produk nonsubsidi sesuai kemampuan ekonominya, distribusi gas melon diharapkan dapat lebih difokuskan bagi masyarakat yang memang berhak menerima subsidi pemerintah.
Di sisi lain, ketersediaan elpiji nonsubsidi yang memadai turut memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi. Pasokan energi yang stabil menjadi salah satu faktor penting agar usaha tetap berjalan tanpa terganggu persoalan bahan bakar.
Bagi para pedagang, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelanggan, tetapi juga oleh kepastian memperoleh kebutuhan pokok untuk berproduksi.
Karena itu, semakin mudahnya akses terhadap Bright Gas diharapkan menjadi solusi bagi pelaku usaha sekaligus mendukung penyaluran elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
