Jemaah Haji Balikpapan Gagal Berangkat, 4 Orang Tertunda di Detik Terakhir karena Kesehatan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Jemaah haji Balikpapan gagal berangkat di saat persiapan sudah hampir selesai. Empat orang dipastikan keberangkatannya tertunda tahun ini setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, padahal kloter sudah siap berangkat ke Tanah Suci.
Di tengah suasana haru jelang keberangkatan, keputusan berat harus diambil. Empat calon jemaah—dua laki-laki dan dua perempuan—tidak bisa melanjutkan perjalanan karena belum memenuhi syarat istito’ah atau kemampuan fisik untuk berhaji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan keputusan ini bukan tanpa pertimbangan.
“Berdasarkan rekomendasi pihak keluarga dan dokter yang menangani, mereka tidak bisa diberangkatkan. Kami melakukan proses penundaan karena pemerintah Arab Saudi sangat ketat terkait kondisi kesehatan jemaah. Kasihan juga jika dipaksakan beribadah dalam kondisi sakit,” ujarnya, Jumat (24/4).
Meski ada jemaah yang tertunda, keberangkatan tetap berjalan penuh. Empat posisi tersebut langsung diisi oleh jemaah cadangan dari Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.
Artinya, tidak ada kursi kosong dalam kloter pertama Embarkasi Balikpapan.
Total 675 Jemaah Berangkat Tahun Ini
Tahun ini, sebanyak 675 jemaah asal Balikpapan berangkat haji. Rinciannya: 293 laki-laki dan 382 perempuan. Mereka terbagi dalam empat kloter: 2, 13, 15, dan 17.
Sementara itu, Embarkasi Balikpapan secara keseluruhan akan memberangkatkan 17 kloter, termasuk jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Keberangkatan tahun ini juga diwarnai perbedaan usia yang cukup jauh.
- Jemaah tertua: 80 tahun (perempuan)
- Jemaah tertua laki-laki: 79 tahun
- Jemaah termuda: 18 tahun (berangkat menggantikan orang tua yang wafat)
Penundaan biasanya terjadi karena kondisi kesehatan tidak stabil, risiko tinggi saat menjalankan ibadah haji, dan tidak lolos pemeriksaan medis tahap akhir.
Pemeriksaan ini penting karena pemerintah Arab Saudi menerapkan standar kesehatan ketat bagi jemaah.
Pesan Penting untuk Jemaah: Jangan Sampai Gagal Berangkat
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kondisi sebelum berangkat.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jemaah adalah menjaga kesehatan fisik, tidak membawa barang terlarang seperti senjata tajam dan korek api, serta memastikan Kartu Nusuk tersimpan dengan baik karena menjadi syarat wajib selama di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk itu sangat penting, kalau bisa tersimpan juga di handphone. Bagi jemaah lansia yang kurang paham IT, kami minta jemaah yang lebih muda untuk saling bantu atau menggandeng mereka,” jelas Suharto.
Selain itu, jemaah juga diimbau mengatur barang bawaan secukupnya agar perjalanan dan ibadah bisa berjalan lebih nyaman.
Bagi banyak warga, haji bukan perjalanan biasa. Ini adalah hasil penantian bertahun-tahun. Karena itu, penundaan akibat kesehatan menjadi pengingat penting: berangkat haji bukan hanya soal jadwal, tapi kesiapan fisik dan mental.***
BACA JUGA
