Judol Piala Dunia 2026 Marak, DPR Desak Komdigi-Polri Bentuk Timsus, Minta PPATK Blokir Aliran Dana

Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 / FIFA

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyoroti meningkatnya praktik judi online (judol) bola selama gelaran Piala Dunia 2026.

Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum karena berdampak negatif bagi masyarakat.

“Fenomena maraknya judi online bola selama Piala Dunia harus menjadi perhatian serius. Praktik ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” ujar Oleh dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, judi online merupakan aktivitas ilegal yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas.

Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membentuk tim gabungan untuk mempercepat penutupan situs judi online.

“Komdigi dan Polri harus bekerja keras. Ketika satu situs ditutup, biasanya muncul situs baru dengan modus berbeda,” tegasnya

Ia menilai tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan upaya pemberantasan. Penutupan situs harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar ruang gerak pelaku semakin terbatas.

Selain itu, Oleh Soleh juga meminta penguatan sinergi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memantau aliran dana yang terkait dengan aktivitas judi online.

“Pendekatan penegakan hukum tidak cukup hanya menutup situs, tetapi juga harus memutus aliran dana perjudian,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan bahwa transaksi judi online cenderung meningkat pada akhir pekan dan melonjak saat kompetisi sepak bola besar seperti Piala Dunia berlangsung.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak lengah terhadap potensi penyalahgunaan euforia Piala Dunia oleh jaringan judi online.

Sumber : DPR

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses