Kadinsos Balikpapan Perkuat Kualitas Rumah Singgah Lewat Evaluasi Caregiver

Kepala Dinas Sosial Balikpapan Arfiansyah mengatakan penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan secara langsung oleh petugas sosial tanpa adanya proses pengamanan terlebih dahulu. Karena itu, diperlukan koordinasi antara unsur ketertiban, keamanan, layanan kesehatan, hingga pemerintah di tingkat wilayah. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Menjelang 100 hari menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan sejak dilantik pada 16 April 2026, Arfiansyah mulai melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan sosial. 

Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para caregiver atau pengasuh rumah singgah sebagai upaya memperkuat pelayanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Evaluasi yang dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) tersebut tidak hanya menjadi forum penilaian kinerja, tetapi juga menjadi ruang diskusi antara pimpinan dan para petugas yang setiap hari mendampingi masyarakat penerima layanan. Melalui forum itu, berbagai persoalan di lapangan dipetakan untuk segera dicarikan solusi bersama.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan H. Arfiansyah mengatakan, kualitas pelayanan sosial sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana yang memadai. Karena itu, evaluasi rutin akan terus dilakukan sebagai bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan.

“Pertemuan ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan ruang bagi para caregiver untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Kami ingin mendengar langsung kebutuhan mereka agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Arfiansyah.

Saat ini Dinsos Kota Balikpapan mengelola lima unit rumah singgah yang melayani berbagai kelompok rentan, yakni Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Jalan Milono, Rumah Perlindungan Lanjut Usia Terlantar (RPLUT), Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), RPTC Non-ODGJ di Jalan MT Haryono, serta Asrama Anak Disabilitas di Jalan Asnawi Arbain. Seluruh fasilitas tersebut memiliki kapasitas sebanyak 50 tempat tidur.

Rapat evaluasi diikuti Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Qomariyah, para pekerja sosial, 13 orang caregiver, serta tiga aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan rumah singgah.

Dari hasil evaluasi, sejumlah kebutuhan mendesak mulai dipetakan. Di antaranya penyediaan loker penyimpanan barang bagi petugas maupun tamu, pemasangan rambu-rambu informasi dan larangan, hingga penataan ruang penerima tamu yang juga berfungsi sebagai area pengawasan terhadap klien. Pembenahan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

“Kami tidak hanya memperbaiki sistem kerja, tetapi juga memperhatikan fasilitas penunjang. Lingkungan kerja yang nyaman akan berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat,” kata Arfiansyah.

Selain penguatan sarana, Dinsos Balikpapan juga mulai mempercepat transformasi digital melalui pengembangan Sistem Informasi Layanan Rumah Singgah (SILARAS). Inovasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) yang diikuti Arfiansyah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Silaras Jadi Fondasi

Menurutnya, SILARAS akan menjadi fondasi baru dalam pengelolaan rumah singgah karena mampu mendukung pendataan klien, pemantauan layanan, hingga pelaporan secara lebih cepat dan terintegrasi.

Sistem tersebut juga diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mempermudah masyarakat mengakses pelayanan sosial.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin memastikan seluruh pelayanan rumah singgah menjadi lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, inovasi digital juga akan memudahkan proses pengambilan keputusan karena seluruh data pelayanan dapat terdokumentasi secara lebih akurat dan dapat dipantau secara real time.

“Ke depan kami ingin seluruh layanan sosial berbasis data. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan menjadi semakin profesional,” tambahnya.

Melalui evaluasi berkala terhadap para caregiver, penguatan fasilitas, serta penerapan inovasi digital melalui SILARAS, Dinsos Kota Balikpapan menargetkan rumah singgah tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan sementara, tetapi juga menjadi ruang pemulihan yang menghadirkan pelayanan sosial yang lebih bermartabat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinsos untuk membangun layanan yang responsif, profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses