Kearifan Lokal dan Digitalisasi Jadi Modal UMKM Balikpapan Naik Kelas

Kearifan Lokal dan Digitalisasi Jadi Modal UMKM Balikpapan Naik Kelas
Ketua TP PKK Balikpapan, Nurlena Rahmad.

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Naik kelas bagi pelaku UMKM di Balikpapan ternyata bukan cuma soal bikin produk yang lebih bagus. Kearifan lokal yang dikemas menarik dan kemampuan memanfaatkan dunia digital dinilai jadi kunci agar produk lokal bisa tembus pasar yang lebih luas.

Pesan itu disampaikan Ketua Dekranasda Kota Balikpapan yang juga Ketua TP PKK Balikpapan, Nurlena Rahmad. Ia menyampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bhayangkari Akademi Content Creator bersama Falogo dan TikTok Shop di Aula Sekolah Bhayangkara, Senin (31/8/2026).

Di hadapan para peserta, Nurlena membagikan pengalamannya dalam mengembangkan produk kerajinan. Ia juga mengajak para pelaku UMKM memperkenalkan identitas khas Balikpapan melalui karya para pengrajin dan pelaku usaha lokal.

Menurut Nurlena, posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi produk lokal untuk semakin dikenal. Namun, peluang itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, promosi, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi digital.

“Tidak gampang untuk menaikkan kelas, untuk mempromosikan khasnya Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia menilai penguatan kearifan lokal harus terus didorong. Produk seperti kerajinan dan batik tak hanya punya nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita tentang budaya dan identitas masyarakat Balikpapan.

Salah satu contohnya adalah batik bermotif Kelubut yang ikut dikembangkannya. Menurut dia, setiap motif memiliki cerita yang bisa menjadi nilai tambah saat dipasarkan.

“Jadi, konsumen bukan hanya membeli produknya, tapi juga mengenal cerita dan identitas di balik karya itu,” katanya.

Konten Kreatif Buka Pasar Lebih Luas

Nurlena juga melihat platform digital memberi kesempatan lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar. Lewat konten kreatif, pelaku usaha bisa membangun cerita tentang produknya, memperkuat promosi, sekaligus mendekatkan diri dengan konsumen.

Karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM agar tidak ragu belajar dan mencoba berbagai cara kreatif di dunia digital.

“Saya senang bisa berbagi pengalaman, insight, dan semangat kepada para peserta untuk terus berani berkarya, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan dunia digital sebagai ruang untuk bertumbuh dan memberikan dampak positif,” ujarnya.

Bagi Nurlena, pengembangan UMKM bukan sekadar mengejar penjualan. Lebih dari itu, UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota penyangga sekaligus pintu gerbang IKN.

Ia berharap semakin banyak karya masyarakat Balikpapan yang tampil dengan kualitas lebih baik dan mampu dikenal hingga pasar nasional bahkan lebih luas.

“Semoga ilmu yang dibagikan hari ini bisa menjadi langkah kecil menuju karya-karya besar untuk UMKM Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur,” tutupnya.***

Sumber: Samsul

Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses